Antisipasi DBD, Kepala Puskesmas Jatiasih Imbau Warga Agar Rutin Bersihkan Tangki Air

Kepala Puskesmas Jatiasih, Bambang Ismanto mengimbau warga rutin membersihkan toren atau tangki air.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kepala Puskesmas Jatiasih Bambang Ismanto 

"Keterlibatan masyarakat sejauh ini ada beberapa, cuma kita tetep gak menyalahkan masyarakat apabila kita sedang lakukan kegiatan PSN di lingkungan dia misal gak keluar. Paling tidak kita libatkan seluruh kader saja, ada total 109 kader di empat kelurahan. Mereka berkeliling melakukan PSN di rumahnya dan lingkungan tempat tinggalnya," ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat periode Januari 2019 mencapai 128 pasien. Dari jumlah tersebut, satu orang dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima pasien tersebut memilih pulang saat kondisinya belum dinyatakan membaik.

"Pasien itu meminta pulang dengan alasan merasa sudah baik, padahal saat itu pihak dokter yang menangani belum menganjurkan pasien yang bersangkutan pulang karena kondisinya belum sehat," kata Dezi.

Sementara, faktor meningkatnya kasus DBD disebabkan kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan sehingga menimbulkan genangan air yang menjadi pemicu berkembangnya nyamuk aedes aegypti.

"Cuaca memang yang mejadi faktor utama penyebab meningkatnya DBD, karena banyak genangan air yang tidak segera dibersihkan setelah hujan jadi pemicu sarang nyamuk," ucapnya.

Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Sebut 70 Kasus DBD Terjadi di Wilayahnya

VIDEO Serunya Edukasi Pemberantasan DBD Bareng Jumantik Berkostum Nyamuk

Untuk itu, pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Lurah dan Camat untuk menginstruksi warga agar melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dengan cara kerja bakti meliputi gerakan 3M plus.

Adapun 3M plus yaitu, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air atau genangan.

Lalu menutup rapat tempat-tempat seperti drum, toren air, ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk berkembang biak dan menimbulkan wabah penyakit DBD.

"Langkah plus-nya adalah menaburkan bubuk larvasida, atau biasa disebut bubuk abate, atau bisa juga memelihara ikan yang bisa memakan jentik nyamuk," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved