Rayakan Cap Go Meh, Sudin Parbud Jakbar Gelar Festival Pecinan Pekan Depan
Meski begitu, lanjut Syaropi, akan ada unsur Betawi yang juga akan disematka dalam konsep Festival Pecinan.
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat akan menggelar Festival Pecinan pada pekan depan.
Festival Pecinan yang akan dilangsungkan selama dua hari dari tanggal 19 - 20 Februari 2019 sengaja digelar dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2019.
Kepala Sudin Parbud Jakarta Barat Ahmad Syaropi mengatakan, konsep festival tersebut ajan didominasi oleh kebudayaan dan tradisi khas Tionghoa.
Meski begitu, lanjut Syaropi, akan ada unsur Betawi yang juga akan disematka dalam konsep Festival Pecinan.
"Kalau konsep acara sesuai dengan temanya perayaan masyarakat Tionghoa di mana 80 persen itu acaranya budaya Tionghoa. Mulai dari tariannya barongsai, lion, guzhen, wayang potechi, dan peragaan busana cheong sam," tutur Syaropi di Glodok, Jakarta Barat, Selasa (12/2/2019).
"Ada Betawinya sedikit, karena budaya Betawi juga ikut campur dalam sejarah. Nanti juga ada tanjidor, ondel-ondel," sambungnya.
• 500 Lilin di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Akan Terus Menyala Sampai Perayaan Cap Go Meh
• Mengintip Kuliner Pecinan Ketupat Cap Go Meh Gloria, Berisi Kuah Santan Gurih Hingga Banjir Petai
Adapun Festival Pecinan tersebut akan di adakan di sepanjang Jalan Pancoran, tepatnya di pelataran Pancoran Chinatown Point.
"Saya kira kalo lokasi memang sekitar sini, karena kalo saya buka buku sejarah, penempatan masyarakat Tionghoa di sini itu sebelum abad ke-20. Jadi sebagian pedagang di sini awal abad 20 sudah banyak. Tadi saya pikir mau pindah ke Kali Besar tapi itu VOC (Belanda) sekali, jadi yang china cuma di sini," jelasnya.