Sudjiwo Tedjo Soal Penangkapan Robertus Robet, Ulil Abshar-Abdalla Ajak Pendukung Pilpres Bersuara
Penangkapan aktivis Robertus Robet membuat sejumlah orang berteriak lantang, mereka menolak tindakan polisi. Di antaranya budayawan Sudjiwo Tedjo
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Erlina Fury Santika
Desakan intelektual dan budayawan
Intelektual muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir turut menyoal penangkapan Robertus Robet oleh polisi.
Menurut dia, Polri dan TNI tidak perlu baperan karena seorang aktivis menyanyikan lagu tentang ABRI zaman Orde Baru.
Ia membandingkan dengan pengguna narkoba tapi malah mendapat kebebasan.
"Nyanyi mengkritik ABRI jaman orba ditangkap. Yang nyabu malah bebas.
Mosok kesimpulannya mending nyabu daripada jadi aktivis?
Kan gawat....
TNI/POLRI jangan baperan gini dong ah," cuit Gus Nadir di Twitter @na_dirs.
Oleh karenanya Robertus Robet harus segera dibebaskan demi hukum dan keadilan.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, turut membela Robertus Robet dan menjelaskan lagu yang dinyanyikannya.
Dikatakan Yunarto Wijaya, lagu tersebut memang bukan rahasia dan hampir dinyanyikan aktivis pada zaman Orde Baru.
Ia mengingatkan polisi tak usah berlebihan apalagi dengan menangkap aktivis Robertus Robet.
"Dulu saya dan teman2 sering nyanyi itu zaman jd aktivis di kampus... Jangan lebay lah pak polisi...," cuit Yunarto Wijaya.
Politikus PDI Perjuangan yang juga aktivis Budiman Sudjatmiko mencuit soal ini.
Menurut Budiman Sudjatmiko, Robertus Robet bukanlah orang berbahaya.
Ia aktivis pedas karena satirenya tapi tak membahayakan NKRI.
"Tdk perlu ada penangkapan atas Robert. Kepolisian tdk perlu menahan dia. Dia bukan orang berbahaya. Satirenya pedas tp sama sekali tdk mengancam Dasar Negara & NKRI," cuit Budiman Sudjatmiko.