Bagikan Kisah Serupa dengan Robertus Robet, Laksda Iskandar: Hadap Panglima TNI Akui Kesalahan
Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul menceritakan kisah yang serupa dengan kasus Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erlina Fury Santika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM - Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul menceritakan kisah yang serupa dengan kasus Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet.
Iskandar Sitompul kemudian memberikan saran apa yang diharus dilakukan Robertus Robet.
Iskandar Sitompul bahkan menyarankan Robertus Robet untuk menghadap ke Panglima TNI dan mengakui kesalahannya.
Hal tersebut disampaikan Iskandar Sitompul saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Jumat (8/3/2019).
Awalnya Iskandar Sitompul mengapresiasi permintaan maaf Robertus Robet.
Ia menilai Robertus Robet sudah menyadari kesalahannya.
"Mungkin kalau saya lihat Pak Robet sudah minta maaf, mungkin beliau sudah sadar," kata Iskandar Sitompul dikutip TribunJakarta.com dari saluran YouTube TV One.
• Selisik Profil dan Latar Robertus Robet, Dosen yang Ditangkap Karena Nyanyiannya di Aksi Kamisan
• Robertus Robet Ditangkap, Fahri Hamzah Ungkap Kesaksiannya Saat Kuliah: Lawan Debat yang Berat
TONTON JUGA
Iskandar Sitompul menilai kala itu, mungkin Robertus Robet sedang tak mendapat mengendalikan emosi.
"Saat Kamisan itu mungkin emosinya (Robertus Robet, re) sedang meledak-ledak jadi kurang kontrol," jelas Iskandar Sitompul.
"Saya lihat kurang kontrol," tambahnya.
Pembawa acara Apa Kabar Indonesia kemudian menanyakan apakah pihak TNI sudah mengantongi identitas lengkap dari Robertus Robet.
Iskandar Sitompul membenarkan pertanyaan tersebut.
• Fakta Terbaru Robertus Robet, Dipulangkan Meski Jadi Tersangka & Kesaksian Mahasiswa Soal Sosoknya
• Prihatin Robertus Robet Ditetapkan Jadi Tersangka, Fahri Hamzah: Apakah Jokowi Tak Boleh Disalahkan?
Ia lantas menegaskan, meski memiliki identitas lengkap Robertus Robet dan keluarganya namun TNI tak akan melakukan apa-apa.