Pemkot Jakarta Timur Siap Berikan Ilmu untuk Pemkot Depok Atasi DBD

"Saya kira cukup Lurah ya, karena perbatasannya lingkup Kelurahan. Kelurahan dan RW, supaya mereka melakukan hal yang sama," tuturnya.

Pemkot Jakarta Timur Siap Berikan Ilmu untuk Pemkot Depok Atasi DBD
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar di Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pemkot Jakarta Timur siap memberi ilmu cara memberantas peredaran nyamuk Aedes Aegypti ke Lurah Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Kota Depok bila tak memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Hal ini disampaikan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar kala memantau pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 02 Kelurahan Kalisari yang berbatasan dengan Kelurahan Pasir Gunung Selatan.

Anwar mengaku dapat informasi bahwa Kelurahan Pasir Gunung Selatan tak memiliki kader Jumantik sehingga khawatir perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti di sana bakal menjangkiti warganya.

"Informasi katanya mereka (Kelurahan Pasir Gunung Selatan) enggak punya Jumantik. Yasudah, kita kasih ilmu dari Jakarta Timur, supaya melakukan hal yang sama. Kerja bakti, pemeriksaan jentik secara periodik. Seminggu dua kali atau tiga kali," kata Anwar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019).

Meski di wilayah Kelurahan Kalisari tercatat 28 kasus demam berdarah dengue (DBD), Anwar mengklaim wilayahnya nyaris bebas dari nyamuk Aedes Aegypti.

Anwar beralasan kebanyakan warga RW 02 Kelurahan Kalisari sudah tak menggunakan ember atau bak mandi, sehingga mempersempit ruang berkembang biak bagi nyamuk.

Nomor 2 Kasus Penderita DBD Terbanyak di Jakarta Timur, Ini Upaya yang Dilakukan Camat Cipayung

"Jangan sampai kita bersih nyamuknya pindah dari sana ke sini. Kalau saya lihat sih, Alhamdulilah wilayah saya hampir dikatakan bisa bersih. Karena mereka sudah jarang pakai bak mandi, rata-rata penampungannya ember dan pakai shower," ujarnya.

Secara khusus Anwar meminta Lurah Kalisari agar segera berkoordinasi dengan Lurah Pasir Gunung Selatan guna mengatasi masalah DBD di kedua wilayah.

Anwar merasa tak perlu turun tangan berkoordinasi karena lingkupnya sebatas dua RW, bukan mencakup keseluruhan Kota Jakarta Timur dan Depok.

"Saya kira cukup Lurah ya, karena perbatasannya lingkup Kelurahan. Kelurahan dan RW, supaya mereka melakukan hal yang sama," tuturnya.

Hingga 3 Januari 2019, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat ada 685 kasus DBD di Jakarta Timur, jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak di antara 5 Kota di Provinsi DKI.

Sementara Kecamatan Cipayung jadi Kecamatan dengan jumlah kasus DBD terbanyak se-Jakarta, satu warga Kelurahan Utan Kayu, Kecamatan Matraman bahkan meninggal.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved