Polemik penjualan Saham PT Delta Djakarta, Fraksi PDIP Sebut DPRD DKI Butuh Kajian

Namun, disebut-sebut mendapat penolakan, surat itu belum direspon oleh Prasetyo hingga saat ini.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono. 

"Ya kita coba terus. Kita berniat melaporkan itu. Kita laporkan kepada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil Anda ingin tetap memiliki saham bir. Biar nanti warganya juga yang ikut menyampaikan aspirasi," kata Anies Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/3/2019) lalu.

Menurut Anies, sebagai anggota dewan perwakilan rakyat sudah sepatutnya DPRD Provinsi DKI Jakarta mendengar apa yang menjadi aspirasi bagi warga Jakarta.

Terlebih Prasetyo, merupakan ketua dewan. Ia pun menyebut akan meminta warga Ibu kota untuk menjelaskan aspirasinya mengenai rencana penjualan saham perusahaan bir milik Pemprov DKI tersebut.

Jika warga setuju, Anies menuturkan akan lapor bahwa Prasetyo tetap tak ingin melepas saham minuman beralkohol itu.

"Kalau menurut warga memang sesuai aspirasi wakilnya, ya kita kan jalan terus. Tapi kalau warga tidak setuju, sampaikan ke dewan. Jadi ketika wakil rakyat tidak menyetujui, ya kami laporkan rakyat 'Ini dewan anda ingin punya saham bir, terus ingin punya untung dari saham bir'," kata Anies.

Sejumlah massa dari Persatuan Alumni 212 sontak menggelar aksi di depan gedung DPRD DKI Jakarta siang ini, Jumat (8/3/2019).

Aksi tersebut, digelar untuk memaksa Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera menyetujui penjualan saham tersebut.

"Kami akan bertemu dengan perwakilan DPRD DKI Jakarta, bertemu dengan ketuanya. Tapi jika sudah bertemu dan Ketua DPRD DKI Jakarta tetap menolak melepas saham, kami akan lakukan aksi unjuk rasa setiap Jumat," kata Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin saat berorasi, di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Massa yang terdiri dari beberapa ormas itu, menilai bahwa DPRD DKI telah mempersulit Anies dalam merealisasikan janjinya untuk membebaskan Ibu Kota dari saham perusahaan produsen minuman beralkohol itu.

Mereka mengancam, akan melakukan aksi yang lebih besar setiap minggunya apabila DPRD DKI Jakarta tak juga menyetujui rencana Anies itu.

"Kalau DPRD DKI tidak juga menyetujui tuntutan kami, siap-siap! Siap-siap menghadapi aksi yang lebih besar lagi dari ini, karena kami akan kembali menggelar aksi setiap hari Jumat dengan massa yang lebih banyak lagi," kata seorang.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved