KRL Anjlok di Bogor

3 Pegawai PT KAI dan Seorang Penumpang Korban KRL Anjlok Masih Dirawat di RS Salak

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyebut saat awal kejadian tercatat 20 korban luka yang harus menjalani perawatan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan RS Salak Bogor, Minggu (10/3/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR TENGAH - Tiga pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan satu penumpang yang jadi korban KRL anjlok di Kebon Pedes pada Minggu (10/3/2019) sekira pukul 10.00 WIB harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Salak Bogor.

Meski saat tiba harus menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Salak Bogor, keempat korban tersebut kini sudah dipindah ke ruang rawat inap dan kondisinya berangsur pulih.

"Untuk pegawai yang masih dirawat inap Masinis atas nama Yakub Agung (31), Petugas Pelayanan KRL atas nama Danang, dan Petugas Pengawalan KRL atas nama M. Adzikia (19). Untuk penumpang Lilis Septiani (23)," kata Eva Chairunisa, Minggu (10/3/2019).

Hingga pukul 19.00 WIB, Eva Chairunisa menuturkan satu penumpang lain yang masih dalam perawatan yakni Shafa Mutia yang kini dirawat di RS Dr. Suyoto Bintaro, Jakarta Selatan.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyebut saat awal kejadian tercatat 20 korban luka yang harus menjalani perawatan, namun kini hanya tersisa empat orang yang dirawat.

Gandeng Reino Barack, Dekorasi Mewah Konferensi Pers hingga Pengakuan Syahrini Suka yang Besar

"Di RS Salak ini empat orang termasuk masinis dan PPKA-nya. Tadi sudah saya lihat, mudah-mudahan bisa cepat kembali pulih. Kita berharap semua segera kembali pulih," ujar Edi.

Selain kondisi penanganan medis secara fisik, Edi menjelaskan korban yang dirawat inap juga menjalani pemeriksaan psikis guna memastikan trauma yang dialami.

Dua Surat Anies Perjuangkan Penjualan Saham Bir Hingga Sederet Tanggapan Fraksi DPRD DKI Jakarta

Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung PT KAI yang kini juga sedang disibukan proses evakuasi tiga gerbong yang anjlok dan perbaikan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) dan penggantian tiang LAA.

Edi mengatakan PT KAI bakal melakukan evaluasi atas musibah yang terjadi dan menunggu proses investigasi Komite Nasional Keselamatan dan Transportasi (KNKT) terkait sebab insiden yang belum diketahui.

"Evaluasi pasti dilakukan tapi marilah kita fokus pada penanganan ini dulu. Apa yang mau dievaluasi, wong ini belum selesai, kereta belum berangkat. Kita fokus ini dulu dan mulai hari ini juga KNKT sudah bekerja," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved