Pembunuhan Pendeta

Fakta Otak Cabul Pembunuh Melinda: Sempat Ikut Mencari Korban

Otak cabul Nang dan Hendri untuk memperkosa calon pendeta Melinda Zidemi direncanakan sepekan sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Ilusi Insiroh
KOLASE SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO/ISTIMEWA
Nang (kaus singlet) dan Hendri (telanjang dada) menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara pada Kamis (28/3/2019) malam setelah kakinya ditembak polisi karena mencoba kabur. Keduanya pembunuh calon pendeta Melinda Zidemi (foto kanan). 

Cuaca di luar semakin gelap dan mau turun hujan, tapi Melinda memutuskan memilih pulang ke mesnya di Divisi IV.

"Dia memilih buat pulang. Saya tinggal di Divisi I sedangkan korban tinggal di Divisi IV dan ditemukan tidak bernyawa di Divisi III," jelas Diana.

Diana sudah menganggap Melinda seperti keluarga sendiri meski baru sekitar lima bulan menjadi vikaris di daerahnya.

Selama ini anak-anak Diana dekat dengan Melinda, bahkan petang itu mereka menangis tahu Melinda memilih pulang ke mesnya.

"Anak saya nangis waktu korban mau pulang. Dia bilang jangan pulang ke korban. Tapi karena hari sudah mau sore, korban memilih pulang," jelasnya.

Diana langsung mencari tahu Melinda ketika dikabarkan hilang dan mengetahui korban bersama NP yang untungnya dapat selamat setelah kabur.

"Dari dia kami tahu jika Melinda diculik orang. Dia bilang sama kami, 'tante diculik.' Dia berlari dari Divisi III sampai Divisi IV, malam-malam, kakinya ketusuk duri-duri, sampai pulang. Anaknya trauma sekarang di rumahnya," jelas dia.

Mes semipermanen tempat vikaris Melinda Zidemi tinggal selama pengabdian berada di Divisi IV, Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (27/3/2019).
Mes semipermanen tempat vikaris Melinda Zidemi tinggal selama pengabdian berada di Divisi IV, Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (27/3/2019). (Tribun Sumsel/Agung Dwipayana)

Di mes Divisi IV, Nang dan Hendri semakin penasaran karena Melinda tak kunjung datang dari Pasar Jeti.

Niat jahat untuk memperkosa Melinda muncul di pikiran Nang dan mengajak Hendri untuk mencegat korban di area perkebunan sawit di Divisi III.

Warga sekitar tak ada yang berani masuk ke dalam perkebunan karena alasan keamanan. Apalagi jauh lokasinya sepi, di kiri dan kanan terbentang perkebunan sawit yang penuh semak.

Lokasi mayat Melinda ditemukan setelah diculik dua pelaku pada Senin (25/3/2019) malam, jalannya berbatu dan berubah menjadi kubangan lumpur di musim hujan.

Pijaro, warga yang bermukim di Divisi IV belum pernah menjamah area Divisi III tempat mayat korban ditemukan.

"Ngeri sekali kalau masuk ke perkebunan karena pasti tidak aman," cerita Pijaro tempo hari saat memandu Tribun Sumsel menelusuri lokasi terbunuhnya Melinda dan mesnya di Divisi IV.

Simak video lengkapnya soal lokasi korban ditemukan dan suasana mesnya di Divisi IV:

Nang mengaku awalnya mengajak Hendri untuk bersenang-senang dan melampiaskan nafsu kepada Melinda.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved