Pembunuhan Pendeta

Fakta Otak Cabul Pembunuh Melinda: Sempat Ikut Mencari Korban

Otak cabul Nang dan Hendri untuk memperkosa calon pendeta Melinda Zidemi direncanakan sepekan sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Ilusi Insiroh
KOLASE SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO/ISTIMEWA
Nang (kaus singlet) dan Hendri (telanjang dada) menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara pada Kamis (28/3/2019) malam setelah kakinya ditembak polisi karena mencoba kabur. Keduanya pembunuh calon pendeta Melinda Zidemi (foto kanan). 

"Tujuan awalnya itu mau bersenang-senang, memperkosa," jelasnya nang sambil meringis menahan sakit, kata Nang yang setelah dilumpuhkan polisi.

Agar tak ketahuan, Nang dan Hendri memakai penutup wajah dan memalangkan dua balok kayu di jalan yang akan dilalui Melinda untuk ke mesnya di Divisi IV.

Korban hendak memutarbalikkan motornya namun Nang dan Hendri menyergapnya cepat.

Tangan kuat keduanya tak bisa dilawan Melinda dan NP.

NP lebih dulu dicekik sampai pingsan lalu diikat tangannya menggunakan tali karet bekas ban dalam. Tubunya dibawa ke semak-semak.

Berikutnya giliran Melinda, tapi berontak dan melawan ketika Hendri hendak membuka pakaiannya.

Penutup wajahnya tersingkap sehingga Hendri kalap dan mencekik korban hingga tewas. Tubuh korban diseret dan dibuang pelaku 100 meter dari lokasi pertama.

Hendri awalnya hanya ikut-ikutan saja karena diajak Nang yang punya ide untuk memperkosa Melinda, warga Nias yang menurut rencana akan menikah Juli dengan guru agama sekampungnya.

Pijaro, saksi mata sedang menunjukkan lokasi mayat Melinda ditemukan di area kebun sawit PT PSM Divisi III Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019).
Pijaro, saksi mata sedang menunjukkan lokasi mayat Melinda ditemukan di area kebun sawit PT PSM Divisi III Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019). (Tribun Sumsel/Agung Dwipayana)

Nang membatalkan niatnya memperkosa lantaran korban sedang haid.

Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnaen Adhinegara, memimpin rilis kasus pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi pada Jumat (29/3/2019) pukul 15.00 WIB.

Nang dan Hendri dihadapkan kepada wartawan dan mereka mengaku tidak memperkosa korban karena sedang haid.

Keduanya duduk di kursi roda dengan kaki tertembak.

"Melalui pemeriksaan autopsi ditemukan tidak ada persetubuhan. Tersangka memang mencabuli dengan memasukkan tangannya ke alat vital korban," ungkap Kapolda.

Penyidik menjerat pelaku pasal pembunuhan berencana yang diatur dalam Pasal 340.

Pasal tersebut berbunyi 'Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun'.

Nang dan Hendra sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang karena polisi terpaksa menembak kedua kaki mereka saat mencoba kabur. 

Kedua tersangka mengaku berpura-pura ikut mencari Melinda Zidemi saat dinyatakan hilang pada Senin malam dan baru diketemukan pada Selasa subuh.

"Ya kami ikut pura-pura mencari pak," kata tersangka Nang. (Sripoku.com/Tribun Sumsel)

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved