Ini yang Terjadi Pada Perokok Berat Jika Menghentikan Konsumsi Nikotin
Jika seorang perokok berat langsung menghentikan konsumsi nikotin, mereka akan merasakan gemeteran, sulit berpikir, membuat gelisah.
Penulis: Lita Febriani | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Merokok merupakan cara kotor seseorang memasukkan nikotin dalam tubuh mereka.
Nikotin ternyata juga memiliki efek baik bagi tubuh, diantaranya dapat mengatasi gugup, meningkatkan sistem imun pada manusia, mengurangi parkinson, dapat mengurangi serangan jantung dan masih banyak manfaat lainnya.
Selain dalam tembakau, nikotin juga bisa ditemukan kandungannya dalam kembang kol, terong, kentang, kulit Kentang, tomat mentah dan tomat matang.
Namun apa jadinya jika seorang perokok langsung menghentikan konsumsi nikotin?
Jika seorang perokok berat langsung menghentikan konsumsi nikotin, mereka akan merasakan gemeteran, sulit berpikir, membuat gelisah.
Lebih tepatnya penghentian konsumsi nikotin seorang perokok secara langsung akan memberi efek sakau.
• Penjelasan Lurah Susukan Soal Kabar Warganya yang Meninggal Akibat DBD
• Catat! Layanan SKCK dan SIM Libur 4 Hari Saat Sebelum Hingga Sesudah Pemilu 2019
• Jangan Merokok, Jika Tak Mau Kesehatan Mulut Terganggu
"Bisa gemeteran, bisa ngga bisa mikir, bisa gelisah seperti orang sakau. Kalau mau mengurangi nikotin harus bertahap sedikit-sedikit. Sehingga disediakan liquid vape dengan kandungan nikotin berbagai macam," tutur Dr. drg. Amaliya, M.Sc, PhD, Peneliti YPKP, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), dan Anggota GEBRAK, Rabu (10/4/2019).
Berdasarkan penelitian di London, Inggris, seseorang bisa mengurangi konsumsi nikotin dalam 6 bulan secara bertahap.
"Kalau di London itu 6 bulan. Mereka asalnya konsumsi nikotin 9 miligram bisa ke zero nikotin selama 6 bulan bertahap. Itu dengan electronic cigaret," tambah Amaliya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/amaliya-peneliti-ypkp.jpg)