Pilpres 2019

Prabowo Singgung Presiden Sebelumnya saat Debat, Wasekjen Demokrat dan AHY Pun Beri Respon

Fadli Zon membantah jika calon presiden Prabowo Subianto disebut menyerang Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak mempermasalahkan kepemimpinan capres petahana Joko Widodo, dan malah menyalahkan pemerintahan presiden-presiden pendahulunya.

Hal itu Prabowo katakan saat menjawab pertanyaan seputar nasib daya beli nelayan dan petani yang menurun dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019) malam.

"Saya tidak menyalahkan bapak, ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener. Itu pendapat saya," ungkap Prabowo dalam debat.

Prabowo juga blak-blakan mengapresiasi apa yang sudah diterapkan Tiongkok karena mampu menghilangkan kemiskinan dalam kurun waktu 40 tahun.

Padahal, selama ini para pendukung Paslon 02 begitu gencar menolak dan mementahkan seluruh sepak terjang negara itu.

"Republik Rakyat Tiongkok dalam 40 tahun dia hilangkan kemiskinan, 40 tahun. Kita harus contoh, berani belajar dari yang hebat," ujar dia.

"Kita harus berani untuk merencanakan pembangunan industrialisasi ciptakan lapangan kerja lindungi petani kita lindungi nelayan kita, itu yang harus kita jalankan," imbuhnya.

Kemudian, ketika moderator mengingatkan bahwa masih ada waktu tersisa untuk menjawab, Sandiaga hanya mengucapkan satu patah kata.

"Terima kasih," katanya.

Untuk diketahui, Presiden pendahulu sebelum Joko Widodo, antara lain Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, BJ Habibie, Soeharto, dan Soekarno.

Wasekjen Demokrat Tinggalkan Lokasi Debat
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik tidak mengikuti acara debat kelima Pilpres 2019 hingga akhir.

Di tengah acara, Rachland meninggalkan lokasi acara. Saat ditanya para awak media mengapa ia meninggalkan acara debat di tengah jalan, Rachland mengaku, sedang lapar.

"Saya enggak pulang. Saya cuma ingin cari makan. Nanti balik lagi kok ya," ujar Rachland sambil terus berjalan.

Saat awak media menanyakan lagi apa aksinya tersebut disebabkan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, ia mengatakan, tidak.

"Enggak. Menurut kamu, memang harus ada masalah," ujar Rachland bertanya balik.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved