Pemilu 2019

PSI Legowo Gagal Lolos Senayan, Mantan Pendiri PAN Kasih Pengakuan Begini

PSI yang diisi anak-anak muda gagal lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2019 berdasar hasil hitung cepat. Mantan pendiri PAN komentar begini.

PSI Legowo Gagal Lolos Senayan, Mantan Pendiri PAN Kasih Pengakuan Begini
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketua Umum PSI Grace Natalie bersama sejumlah Caleg dan kadernya saat ditemui awak media di DPP PSI, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). 

"Saya berpikir untuk sekolah kembali, memperbaiki apa yang saya punya," ucapnya di Kantor DPP PSI, Jalan KH. Wahid Hasyim, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Meski demikian, ia mengaku masih akan terus berjuang bersama PSI hingga Pemilu 2024 mendatang.

"Ya bisa melanjutkan ke bidang politik atau bisa apapun lah, pokoknya mungkin sekolah tapi tetap bantu PSI," ujarnya.

"Artinya enggak meninggalkan PSI, tetap bangun dan perbaiki partai ini," tambahnya.

 Jokowi-Maruf Unggul Versi Quick Count, Begini Respon PSI

Dikatakan Tsamara, meski gagal lolos versi hitung cepat, namun dirinya mengaku akan tetap menyuarakan aspirasi warga, khususnya masyarakat yang telah memilih PSI dalam Pemilu kali ini.

"Aspirasi ini harus tetap kami perjuangkan. Enggak boleh ditinggalkan hanya karena kami enggak lolos pemilu," kata Tsamara.

Surat Grace Natalie

Hasil hitung cepat Pemilu 2019 oleh sejumlah lembaga survei memperlihatkan perolehan PSI di kisaran 2 persen, Rabu (17/4/2019). 

Hasil hitung cepat Litbang Kompas misalnya, menyatakan PSI memperoleh 2,06 persen.

Berdasarkan update terakhir pada pukul 21.11 WIB dengan jumlah suara masuk 77,45 persen.

Dengan hasil perolehan suara sekitar 2 persen, PSI diperkirakan tidak akan lolos ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold.

Baca: Hasil Quick Coun/Hitung Cepat Litbang Kompas, 9 Partai Politik Lolos ke Parlemen, PSI Belum Lolos

Atas hasil itu, beredar surat dari Ketua Umum PSI Grace Natalie. 

Surat itu diunggah oleh politisi PSI, Andy Budiman dan diunggah di akun twitternya, @Andy_Budiman_, Rabu (17/4/2019);

Berikut isi lengkap surat Grace Natalie:

SETELAH KAMI KALAH

Grace Natalie

Ketua Umum

Partai Solidaritas Indonesia

Hasil quick count lembaga kredibel memperlihatkan bahwa rakyat Indonesia telah mengambil keputusan. Sambil menunggu real count sebagai standar konstitusional-- kita sudah bisa mengambil kesimpulan mengenai hasil pemilu kali ini.

Pertama, Calon Presiden PSI yakni Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf telah memenangkan pemilihan presiden dengan selisih sekitar sepuluh persen.

Kami sebagai partai pendukung Pak Jokowi merasa gembira atas hasil ini. Kami siap menjadi partner Pak Jokowi menjalankan program-program kerakyatan yang akan meningkatkan kesejahteraaan rakyat.

Kedua, menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu, PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun kedepan...
kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siap-siapa. kader kami, pengeruus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati.

Tidak ada penyesalan. Sama sekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai ini. Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa.

Kami berterima kasih karena di tengah apatisme politik, kami berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. Kepada mereka semua, kami mengucapkan terima kasih.

Saya meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa--dan tetap menjaga suara kita. meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, tapi saya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat.

Perlu dicatat, perolehan PSI 2% atau sekitar 3 juta suara. Ini adalah suara rakyat yang harus diperhitungkan. Meskipun PSI tidak masuk parlemen suara kalian akan tetap kami perjuangkan. Kami akan bekerjasama dengan civil society dan teman-teman media--untuk memperjuangkan aspirasi kalian.

Tak ada suara terbuang, tak ada suara yang sia-sia. Setiap suara dukungan anda kepada PSI--akan dicatat dan diperhitungkan sebagai statement tentang keberanian: suara rakyat yang menginginkan perbaikan parlemen dan partai politik.

Saya ucapkan terima kasih kepada sekitar tiga juta rakyat Indonesia yang telah mempercayai PSI. Kita akan terus memperjuangkan nilai-nilai yang kita yakini. Terima kasih juga kepada puluhan ribu donatur yang telah menyisihkan dana untuk membantu partai ini bergerak.

Kepada teman-teman partai lain yang lolos ke DPR, kami mengucapkan selamat. Selamat bekerja dan semoga amanah menjalankan tanggungjawab. Kami bersama masyarakat akan ikut mengawasi.

Baca: Ketum PSI Grace Natalie Geram Diserang Hoax Lewat Video Saat Kampanye di Pluit dan PIK

Kepada anda sekitar tiga juta pemilih PSI, saya mengajak agar segera mendaftarkan diri menjadi anggota melalui www.psi.id atau datang ke kantor PSI terdekat. Kita segera mengkonsolidadikan diri.

Kepada seluruh kader, pengurus dan simpatisan---setelah ini kita akan mengatur kembali rencana kedepan. terima kasih atas perjuangan kalian yang sangat membaggakan. Kita akan terus bergerak. Saya yakin itu--karena saya tak pernah meragukan kecintaan kalian kepada negeri ini.

PSI akan kembali menyapa rakyat, Bukan lima tahun lagi, tapi besok!

We shall return, soon!

Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved