Misteri Tewasnya Wanita Dalam Mobil Ertiga di Hotel Sheraton Media: Kronologi dan Luka Jeratan Leher

Mayat wanita ditemukan dalam mobil Suzuki Ertiga yang terparkir di Hotel Sheraton Media, Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Misteri Tewasnya Wanita Dalam Mobil Ertiga di Hotel Sheraton Media: Kronologi dan Luka Jeratan Leher
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ilustrasi Jenazah 

Namun, sesaat sebelum jenazah sang istri dievakuasi oleh sebuah mobil ambulans, ia mengaku sempat melihat asal tebal mengepul di basement hotel tersebut.

"Saya sempat lihat asap doang mengepul, lalu saya diajak keluar karena mau di BAP oleh pihak polisi, jadi saya enggak tahu lagi," jelasnya.

Tanpa disadari, ternyata asap tersebut berasal dari kebakaran yang terjadi di ruang sekuriti yang berada di bagian basement hotel, tak jauh dari lokasi penemuan jenazah Indrawati.

Diduga kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik, lalu percikan api mengenai tumpukan buku dan kertas bekas di ruangan itu sehingga kobaran api semakin membesar.

Akibat kebakaran ini, seorang sekuriti bernama Dian Eka Putra (35) tewas dalam kondisi terbakar.

Penyelidikan Polisi

Ilustrasi Jenazah
Ilustrasi Jenazah (Net)

Polisi menyelidiki penemuan mayat wanita sebelum kebakaran melanda bagian basement Hotel Sheraton Media,Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019) malam.

Pasalnya, petugas menemukan sejumlah luka di bagian tubuh korban yang diketahui bernama Indrawati Cipta (44).

"Kami masih menunggu hasil visum untuk memastikannya, tapi memang ada luka tanda fisik yang tidak wajar. Ada luka jeratan leher dan luka lebam, serta mayat posisi ditengah dalam keadaan telungkup," ucap Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, AKP Ade Chandra, Jumat (19/4/2019).

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk sang suami yang pertama kali menemukan istrinya tewas mengenaskan di dalam mobil.

"Saksi baru beberapa orang yang kami periksa, terutama suami korban karena dia yang pertama kali menemukan," ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif dan kasus ini sehingga belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

"CCTV hanya ada satu di bagian pintu masuk hotel, sedangkan di basement tidak ada," kata Ade.

"Kami masih berupaya mendalami kasus ini, jadi masih lidik," tambahnya.

Petugas Keamanan Tewas dalam Kebakaran

Satu orang tewas setelah menjadi korban terbakarnya Hotel Sheraton Media yang berada di kawasan Sawah Besar malam tadi.

Korban diketahui bernama Dian (35), petugas keamaan di hotel yang terletak di Jalan Gunung Sahari No. 3, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat Hardisiswan menuturkan, kebakaran terjadi di bagian basement hotel tersebut sekira pukul 21.20 WIB.

"Obyek yang terbakar tumbukan buku dan kertas di gudang, saat kejadian pihak keamanan tidak menyadarinya," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat 19/4/2019).

"Tahu-tahu asap sudah tebal di bagian basement hotel," tambahnya.

Diduga kebakaran ini disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik di ruang tersebut.

"Setelah kami selidiki penyebabnya korsleting listrik yah ini," ujarnya.

Sebanyak 19 mobil pemadam kebakaran dan 95 perugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

Proses pemadaman sendiri dinyatakan selesai sekira pukul 23.10 WIB.

"Kendala kami asap tebal dibagian basement ya jadi petugas sempat sulit menemukan titik api," kata Hardisiswan.

Tak hanya memakan korban jiwa, akibat kebakaran ini sang pemiliki hotel mengalami kerugian materiel hingga ratusan juta rupiah.

Sosok Sang Petugas Keamanan

Rumah Duka RSCM, tempat korban kebakaran hotel di Sawah Besar di semayamkan, Jumat (19/4/2019).
Rumah Duka RSCM, tempat korban kebakaran hotel di Sawah Besar di semayamkan, Jumat (19/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Satu orang tewas dalam kebakaran yang terjadi di Hotel Sheraton Media malam tadi, Kamis (18/4/2019).

Korban diketahui bernama Dian Eka Putra (35), seorang petugas keamanan yang ditemukan tewas di lokasi kebakaran, yaitu di area basement hotel.

Meninggalnya Dian secara mendadak tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya

Pantauan TribunJakarta.com di rumah duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejumlah kerabat dekat korban dari Komunitas Motor Aerox Jakarta tampak mendatangi tempat Dian disemayamkan.

Diketahui, selain berprofesi sebagai petugas keamanan di Hotel Media Seraton, Dian juga aktif sebagai ketua di Komunitas Motor Aerox.

Adam (27), rekan korban mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya Dian. Pasalnya sejak kemarin sore, Dian masih aktif membalas chatting di grup whatsapp komunitas motornya.

"Kami baru tahu pagi tadi, bilangnya sih kecelakaan tapi enggak tahu kecelakaan apa. Ternyata kecelakaan kerja di tempat kerjanya sebagai sekuriti hotel di Sawah Besar," ucapnya kepada awak media, Jumat (19/4/2019).

Pembunuhan Mahasiswi Undiksha, Jenazah Terlacak Melalui Pesan WhatsApp yang Dikirim Teman Kuliah

Hakim PN Bekasi Putuskan Sidang Pembunuhan Saru Keluarga Dilanjut Setelah Pemilu 2019

Kesaksian Kakak Kandung Korban Pembunuhan Satu Keluarga Saat Sidang di PN Bekasi

Update Terbaru Kasus Pembunuhan Mutilasi di Blitar, Kepala Korban Masih DIcari dan Identitas Pelaku

Sederet Fakta Terduga Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto: Kerap Berpindah hingga Orang Dekat Korban

Ia menambahkan, Dian sendiri sudah cukup lama bekerja sebagai sekuriti di Hotel Sheraton Media, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi, Adam menyebut Dian tewas lantaran kehabisan oksigen saat ingin memadamkan api di basement hotel tersebut.

"Sebenarnya kami sendiri enggak tahu peristiwanya gimana, tapi yang saya tahu karena kehabisan oksigen. Mungkin dia mau padamin api lalu terjebak hingga akhirnya kehabisan oksigen dan meninggal," ujarnya.

Adam mengaku terpukul atas meninggalnya Dian, terlebih korban meninggalkan satu istri dan dua anak yang masih kecil.

Dalam kesehariannya, Adam mengenal sosok Dian sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan orang lain.

"Orangnya humble, baik dan berjiwa kepimimpinan apalagi dia koordinator Aerox di Jakarta," kata Adam.

"Tentunya kami sangat kehilangan, makanya kami rekan komunitas di Jabodetabek datang kemari," tambahnya. (Kompas.com/TribunJakarta.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved