Pilpres 2019

Sebut Omongan Mahfud MD Tak Bermutu, Fadli Zon Disindir Yunarto Wijaya Soal Prabowo-Sandi Menang 80%

Fadli Zon tak terima dengan ucapan Mahfud MD yang menyebut kemenangan Jokowi-Ma'ruf sulit dibalik oleh pasangan Prabowo-Sandiaga.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, saat memberi keterangan kepada awak wartawan, di pintu keluar Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019). 

Sama halnya dengan garis moderat, itu bukan hal yang haram.

Dua-duanya boleh dan kita bisa memilih yang mana pun.

Sama dengan bilang Jokowi menang di daerah PDIP, Prabowo di daerah hijau," terang Mahfud MD.

Tak cukup satu cuitan Mahfud MD menjelaskan apa itu garis keras dalam politik.

Dalam cuitan berikutnya, Mahfud MD memberikan contoh dirinya sebagai orang Madura masuk kategori garis keras dalam konteks setia atau taat terhadap agamanya, yaitu Islam.

Pandangan orang Madura soal ketaatan akan Islam sama seperti orang Aceh dan Bugis.

Mereka fanatik karena tingginya kesetiaan mereka terhadap agama Islam sehingga sulit digoyahkan. 

"Dalam term itu saya juga berasal dari daerah garis keras yaitu Madura.

Madura itu sama dgn Aceh dan Bugis, disebut fanatik karena tingginya kesetiaan kepada Islam sehingga sulit ditaklukkan.

Seperti halnya konservatif, progresif, garis moderat, garis keras adalah istilah-istilah yang biasa dipakai dalam ilmu politik," jelas Guru Besar Hukum Tata Negara UII ini.

Halaman
1234
Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved