Ini Skema Pengawasan Bea Cukai di Terminal Berbiaya Murah Bandara Soekarno-Hatta

Namun, pengawasan dan pengamanan Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan pengawasan yang sama seperti Terminal 3 internasional.

Ini Skema Pengawasan Bea Cukai di Terminal Berbiaya Murah Bandara Soekarno-Hatta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Aritonang (kanan) di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (30/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta menerapkan beberala konsep pengamanan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Sebab, per 1 Mei 2019, Terminal 2F akan menjadi Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau terminal yang hanya melayani penerbangan murah.

Namun, pengawasan dan pengamanan Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan pengawasan yang sama seperti Terminal 3 internasional.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Aritonang mengatakan, bentuk Terminal 2F serupa dengan Terminal 3.

Mulai Hari ini, Cathay Pacific Pindah Operasional ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Sehingga, lanjutnya, memungkinkan jajarannya untuk menerapkan konsep pengawasan dan pengamanan seperti di Terminal 3.

"Jadi ini merupakan layout yang optimal bagi Bea Cukai memberikan pelayanan dan pengawasan," jelas Hengky saat ditemui di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (30/4/2019).

Ia menerangkan, konsep pemeriksaan di Terminal 2F yakni adanya pemisahan jalur pemeriksaan bagi penumpang berupa jalur hijau dan jalur merah.

"Di tempat pemeriksaan Bea Cukai dipisah menjadi 2 jalur, ada hijau dan merah sehingga penumpang itu bisa memilih jalurnya sendiri. Apakah mereka mau melaporkan atau tidak," terang Hengky.

Sebagai informasi, Jalur Hijau atau Green Channel diperuntukkan bagi penumpang yang tidak membawa barang-barang yang dikenakan bea maupun pajak.

Sedangkan, Jalur Merah atau Red Channel diperuntukkan kepada penumpang yang membawa barang yang wajib dilaporkan atau dikenakan pajak.

Hengky melanjutkan, LCCT memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan terminal untuk maskapai dengan pelayanan penuh.

Pihaknya pun akan meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang menggunakan maskapai berbiaya murah per 1 Mei 2019.

"Justru ini (LCCT) bagi kami faktor resikonya lebih tinggi. Maka dari itu awareness kami juga harus lebih tinggi lagi disini," ucap Hengky.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved