Pernah Ikhlaskan Pembeli Tak Bayar, Ini Cerita Udin Dagang Ketupat Sayur Selama 20 Tahun

Sudah lebih dari 20 tahun Udin berjualan ketupat sayur di kawasan Jakarta Pusat. Begini sekelumit kisah hidupnya.

TribunJakarta/Rizki Hidayat
Udin berjualan ketupat sayur di kawasang Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). 

Hal tersebut dia lakukan lantaran teringat dengan sang istri yang berada di Rangkas Bitung.

"Saya juga kepikiran gitu ya, sama istri di Rangkas. Iya, dia tinggal sama anak saya. Saya sih pikirnya, kalau saya berbuat baik sama orang, pasti ada orang baik lagi untuk keluarga saya," tutur Udin.

Dalam per hari, Udin menghasilkan minimal Rp 100 ribu.

"Ya namanya juga dagang ya, kadang dapat banyak, sedikit. Ya alhamdulillah seratus ribu minimal mengantongi," Udin bersyukur.

Diketahui sebelumnya, Udin pernah berjualan ketupat sayur dengan cara memikul.

Sejak zaman orde baru, reformasi, hingga pada hari ini, berkat keteguhan dan semangatnya Udin mampu bertahan hidup.

"Ya karena keahlian saya ini saja, jadi saya fokusin terus," tegas Udin.

Dia pun berharap, kelak bisa memiliki tempat makan ketupat sayur dan tidak berjalan keliling lagi.

"Semoga saja saya punya warung makan ketupat sayur nanti kalau ada uang lebih," ujarnya.

Saat ini, Udin mengontrak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Senin sampai Sabtu, Udin berdagang di dekat Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.

Dan Minggu, dia berjualan di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Harga per porsi ketupatnya yakni Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu.

"Kalau dua belas ribu pakai telur," pungkas Udin.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved