Ramadan 2019

Masjid Jami Al-Riyadh Kwitang, Pernah Jadi Tempat Persembunyian Soekarno Saat Dicari Belanda

Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah bersembunyi di masjid Al-Riyadh yang berada di Jalan Kembang VI, Kwitang, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
Makam para keluarga habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, di dalam masjid jamiah Al-Riyadh, di Jalan Kembang VI, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019). 

Semenjak sudah didoakan oleh sepuluh orang itu, kata Hefni, sumur tersebut tidak pernah mengalami kekeringan sampai sekarang.

"Airnya tidak pernah surut dan tidak pernah kering. Belum pernah ada yang turun menguras sumur, belum pernah sampai sekarang," jelasnya.

"Pernah waktu musim kemarau waktu itu ya. Terus orang-orang dari Depok, Tangerang, Bogor pada mengambil airnya di sini," lanjutnya.

"Mereka isi pakai botol yang untuk air galon. Itu tidak apa-apa. Cuma, sebenarnya air ini tidak boleh dimasak, diminum langsung aja tidak apa-apa. Ini ada yang bilang air zam-zam. Alla hu alam ya," sambungnya.

Terlebih, air sumur tersebut pernah diminum oleh sejumlah tokoh-tokoh penting untuk Indonesia.

Diantaranya ada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan Presiden Indonesia ke-6.

Lalu ada Fauzi Bowo selaku mantan Gubernur DKI Jakarta pada 2007 silam.

Ada pula Abdurrahman Wahid alias Gus dur, selaku mantan Presiden Indonesia yang keempat.

"SBY, Fauzi Bowo yang berkumis, terus almarhum Gus Dur, sama masih banyak lagi deh tokoh-tokoh, pejabat-pejabat yang pernah minum air sumur atau air syifa ini," jelas Hefni.

"Cuma sekali lagi ya, air ini cuma perantara saja. Dan sebaiknya langsung berdoa sama oleh Allah. Kita cuma minta keberkahan saja. Mintanya tetap sama allah," lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, habib Ali selaku pendiri masdi jamiah Al-Riyadh telah wafat pada malam Senin, pukul 20.45 WIB, tanggal 20 rajab 1388 hijriah atau 20 Oktober 1968.

"Yang saya tahu, habib Ali yang memberi nama air syifa ini. Dan, Habib Ali meninggal tahun 1968 pada usia seratus lima belas (115) tahun," ujar Hefni.

"Itu saja ya sejarah habib Ali, cuma itu saja soalnya yang bisa saya ceritakan," pungkasnya.

Dari pantauan TribunJakarta.com di dalam masjid jamiah Al-Riyadh, terdapat empat makam, termasuk kuburan habib Ali.

Diantaranya ada makam habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi.

Habib Mohammad bin Ali bin Abdurraham Al Habsyi.

Anak perempuan dari habib Mohammad, yakni Syarifah Ni'mah. Dan makam habib Abdurrahman bin Mohammad.

Kata Hefni, siapa saja boleh berkunjung untuk mendoakan para tokoh besar umat Islam tersebut.

Sebab, selama 24 jam para pengunjung dipersilakan untuk datang dan memanjatkan doa di masjid jamiah Al-Riyadh, di Jalan Kembang VI, Kwitang, Jakarta Pusat.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved