Pileg 2019
Isunya Tersingkir Tak Lolos ke Senayan, Deretan Caleg Populer Berkomentar Singgung Finansial
Deretan caleg populer yang diprediksi tersingkir tak lolos ke Senayan angkat suar. Beberapa di antaranya menyinggung soal tingginya biaya politik.
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah politisi populer yang maju bersaing memperubutkan kursi parlamen terancam tak lolos ke Senayan.
Deretan caleg populer itu pun angkat suara terkait kecilnya peluang untuk bisa lolos ke Senayan.
Mereka yang diprediksi tak lolos ke Senayan pun nampak bisa menerimanya dengan lapang dada.
Caleg Partai Demokrat, Ferdinand Huatahean bahkan mengaku sudah memprediksi dirinya tak akan lolos ke DPR RI.
Ferdinand Hutahaean sendiri maju dari dapil Jabar V meliputi Kabupaten Bogor.
Menurutnya, dapil Jabar V bisa dibilang dapil 'neraka'.
Pasalnya, dirinya harus bersaing dengan sejumlah nama incumbent yang cukup populer.
Sejumlah nama tersebut di antaranya Fadli Zon, Adian Napitupulu, dan lain sebagainya.
"Memang persaingan di dapil Jabar v ini cukup ketat, tokoh-tokoh incumbent nama-nama populer kemudian pendatang baru cukup populer ada Faldo Maldini terus putranya Airlangga Hartanto," ucap Ferdinand hutahaean sepreti dilansir dari tayangan YouTube program Kabar Petang TVOne, Jumat (10/5/2019).
• Pengurus Masjid Al Mukarromah Kampung Bandan Sediakan 80 Takjil Gratis Setiap Hari Selama Ramadan
• BPN Prabowo-Sandi Sebut Minggu Depan Kembali Laporkan 4 Kecurangan Pasangan Jokowi-Maruf
• Kampanyekan Diet Plastik, Satpel LH Kebon Jeruk Bagikan Paket Takjil dan Tumbler
"Memang di sana itu dapil nerara betul, dapil yang sangat berat untuk kontensasi sesama kader partai kontentasi antar partai," tambahnya.
Ferdinand Hutahaean menyebut dirinya cukup populer dikalangan masyarakat.
Hal itu ia ketahui setelah dirinya mencoba untuk turun ke lapangan.
"Popularitas saya di bogor itu sebetulnya cukup dikenal, tapi demokrasi kita yang berbiaya tinggi menjadi beban tersindiri," ucapnya.
"Dan saya merasakan betul saya beberapa kali membuat acara sosialisasi pertemuan dengan warga itu selalu terbebani dengan biaya transport," sambungnya.

Sehingga, dirinya pun memprediksi akan sulit untuk dapat lolos ke Senayan.
"Saya ga mau mengikuti demokrasi yang mahal biayanya. Maka sejak lama saya sudah tahu saya tak akan terplih dengan pola sepeti ini dan saya ikhlas," tandasnya.
Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan caleg Demokrat lainnya, Jansen Sitindaon,.
Jansen Sitindaon merupakan caleg dari dapil Sumut III yang mencakup 10 kabupaten/kota.
Menurut Jansen Sitindaon, kemungkinan dirinya untuk lolos ke Senayana menang kecil.
• Polisi Musnahkan 3.000 Lebih Botol Miras Hasil Razia di Bekasi
• Temukan Dompet Berisi Rp5 Juta, Polisi di Rote Menolak Diberi Hadiah: Kami Ikhlas Melayani
• Saksi dari Empat Partai Walk Out Saat Rekapitulasi Suara KPU DKI
Hal itu dikarenakan tingginya biaya dalam berkompetisi menuju Senayan.
"Ini persoalan kemampuan ekonomi. Menjalaninya saja sudah high cost sedangkan saya ini masuk kategori caleg duafa," tuturnya.
"Ya namanya caleg duafa saya terbatas juga kemudian daerah yang bisa kita garap," tambahnya.
Di sisi lain, Jansen Sitindaon pun menyinggung soal adanya politik uang.
"Yang keempat karena karena politik uang, saya ga ada kemampuan untuk itu," terangnya.

Sementara itu caleg Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago yang juga dikabarkan tak lolos ke Senayan menyoroti soal finansial dan kekuasaan.
Irma Suryani Chaniago sendiri adalah caleg dari dapil Sumsel II meliputi 6 wilayah kabupaten/kota.
"Partai-partai politik itu banyak mengambil muka baru yang memiliki finansial cukup kemudian juga kekuasaan, contohnya anak gubernur, anak wakil gubernur, dan sebagainya untuk bisa merapu suara," katanya.
Menurutnya, persaingan merebut kursi parlemen tak melulu dengan partai lain, namun persaingan yang ketat itu justru sangat terasa di internal.
"Persaingan yang keras jadi lawan kita itu bukan hanya partai lain justru malah di internal sendiri, itu yang membuat makin berat, kalau saya terus terang berhadapan partai lain saya rasa mampu lolos," katanya.
"Tapi karena saya harus berhadapan dengan internal sendiri yang notabenenya memiliki finansial dan kekuasan tentu saya harus berpikir ulang untuk bertarung seperti dulu 2014," sambungnya.
• BKN: CPNS Belum Terima SK Pengangkatan Tak Dapat THR, Tak Perlu Berhayal dan Bikin Blunder
• Wujud Toleransi Ketika Wihara Dharma Bakti Gelar Buka Puasa Rutin di Bulan Ramadan
• Beda Sandiaga dan Mahfud MD Tanggapi Eggi Sudjana, Keadilan hingga People Power Jadi Sorotan
Ada pun sejumlah caleg populer yang diisukan tak lolos ke DPR RI seperti Budiman Sudjatimiko.
Dikutip dari Kompas.com, Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko angkat suara terkait peluang dirinya lolos ke Senayan.
Seperti diketahui belakangan ini ramai diperbincangkan bahwa Budiman Sudjatimiko tak lolos menjadi angota DPR RI.
Menurut Budiman Sudjatmiko, kemungkinan besar dirinya tak lolos menjadi anggota DPR periode 2019-2024.
Namun demikian, Budiman masih menunggu hasil hitung resmi KPU.
"Memang belum final, tapi bisa kemungkinan saya enggak lolos, meskipun kita masih menunggu dokumen C1. Dari seluruh TPS kita kumpulin belum selesai memang," kata Budiman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/4/2019).

Budiman yang maju sebagai caleg di dapil Jawa Timur VII mengatakan, persaingan di dapil tersebut sangat ketat.
Dapil Jawa Timur VII meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi.
Budiman mengaku, pada Pemilu tahun ini, sebetulnya dia tak berniat maju menjadi caleg.
Selain itu ada pula caleg lainnya yang diprediksi tak lolos ke Senayan yakni, Faldo Maldini.
Faldo Maldini harus bersaing ketat dengan caleg petahana, Primus Yustisio.
• Marak Ular Masuk Rumah, Cegah Pakai Jimat Ini Lalu Taruh di Pintu
• BPN Prabowo-Sandi Sebut Minggu Depan Kembali Laporkan 4 Kecurangan Pasangan Jokowi-Maruf
• BKN: CPNS Belum Terima SK Pengangkatan Tak Dapat THR, Tak Perlu Berhayal dan Bikin Blunder
Kabarnya, Faldo Maldini pun saling kejar mengejar suara dengan Primus Yustisio.
Faldo Maldini pun membenarkan soal susul menyusul saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.
"Iya (susul menyusul)," ucap Faldo Maldini seperti dikutip TribunJakarta dari TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.
Saat ditanya terkait selisih suaranya dengan Primus Yustisio, Faldo Maldini nampak enggan membeberkannya.
"Tunggu saja, sampai proses perhitungan selesai," tandasnya.
Simak Videonya: