Viral Santri Panti Sahur dan Buka 1 Mi Instan Berdua, Pengurus Jelaskan: Donatur Hingga Luar Negeri
Beredar pesan singkat sebuah panti asuhan di Depok kekurangan logistik, sehingga anak-anak sahur dan puasa makan mi instan 1 bungkus berdua. Benarkah?
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Nomor telepon yang tercantum di papan identitas Panti Asuhan Asuwain Timor ternyata bukan 0812-8055-4190, tapi 0813-8747-0250.

Muhammad Zainudin anak ketiga almarhum Haji Ali yang juga Ketua Pengurus Panti Asuhan Asuwain Timor lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Menurut Zainudin, seluruh kabar tersebut tidaklah benar alias hoaks.
"Berita tersebut tidak benar. Mereka mencantumkan nama beliau Heriyanto kakak saya, putra pertama almarhum Haji Ali tanpa konfirmasi dulu dengan beliau," ujar Zainudin kepada TribunJakarta.com di Panti Asuhan Asuwain Timor, Jumat (10/5/2019).
Zainudin menuturkan, pesan tersebut dibuat oleh sebuah komunitas pedagang online yang memang kerap bersilaturahmi ke Panti Asuhan Asuwain Timor.
"Mungkin maksudnya baik mau membantu, tapi narasi dalam pesannya tidak baik. Seolah menjual kesulitan untuk menarik donatur," ucap Zainudin.
Tak hanya membuat narasi yang kurang baik, komunitas pedagang online tersebut juga mencantumkan nomor rekening yang bukan milik Panti Asuhan Asuwain Timor.
"Nomor rekening panti cuma satu, dan itu bukan yang dicantumkan dipesan tersebut," ujar Zainudin.
Meski begitu, komunitas pedagang tersebut telah mengklarifikasi dan meminta maaf atas pesan yang telah dibuatnya dan tersebar serta menjadi viral.
"Sudah dua hari yang lalu mereka datang dan minta maaf, kami pun sudah tidak gimana-gimana lagi, ambil hikmahnya saja dari setiap kejadian," kata Zainudin.
Ia menjelaskan setelah ayahnya, Haji Ali, meninggal, kondisi ekonomi Panti Asuhan Asuwai Timor tetap tercukupi dan tidak mengalami kesulitan seperti dalam narasi pesan yang beredar.
Bahkan, sambung Zainudin, Panti Asuhan Asuwain Timor masih bisa berbagi rezeki dengan warga sekitar hingga saat ini.
Kebanjiran donatur dari luar negeri
Zainudin menuturkan, meski komunitas tersebut telah meminta maaf kepada pihak Panti, namun imbasnya masih terus terasa hingga saat ini.
"Dampaknya itu sejak empat hari yang lalu mereka bikin pesan itu, kami jadi kebanjiran donatur," kata Zainudin.