Detik-detik Bayi Elora Meninggal: 30 Menit Tengkurap Ditinggal Perawat, Tangan dan Mulut Membiru
Elora, bayi tiga bulan meninggal di sebuah tempat penitipan anak di Jalan Drupadi, Denpasar. Tangan dan mulutnya membiru.
"Kondisi saat itu pintu tempat penitipan anak tertutup, biasanya tidak tertutup," ujar Andika.
Sang nenek lantas menanyakan keberadaan bayi Elora dan dijawab salah satu perawat jika cucunya itu sudah dibawa ke UGD Bros, Denpasar.
"Ibu mohon maaf Elora sudah di UGD Bros," ujar salah satu perawat kepada nenek Elora seperti ditirukan Andika.
Menurut Andika, pihak penitipan anak seolah menutupi sesuatu, pertama mereka meminta penjemput menunggu antrean.
Sementara setelah didesak nenek Elora, ternyata cucunya sudah dibawa ke UGD.
"Akhirnya neneknya langsung ke UGD. Saya diberitahu pukul 17.30 Wita. Kemudian saya lari dari kantor menuju UGD," ungkap Andika.
Di UGD Rumah Sakit Bros, ia melihat kondisi tubuh anaknya tersebut dipenuhi alat pemacu jantung.
"Sampai di UGD, saya lihat anak saya sudah dipakaikan alat pemacu jantung dan segala macam. Sudah dua kali jantungnya dipacu oleh dokter,” ujar Andika.
Andika mengungkapkan, menurut keterangan dokter, saat tiba di UGD Elora sudah meninggal dunia.
"Tangan dan mulutnya sudah membiru. Berarti, menurut saya, saat di TPA anak saya sudah meninggal. Jadi saya serahkan semua proses penyelidikan ke polisi biar semua terungkap," tegasnya.
Setelah dari Rumah Sakit Bros, barulah jasad bayi dikirim ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah.
Andika mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Pemilik penitipan diperiksa
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, mengatakan sudah memeriksa pemilik penitipan beserta 8 saksi.
Kasat Reskrim enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai penanganan kasus tersebut.
