Detik-detik Bayi Elora Meninggal: 30 Menit Tengkurap Ditinggal Perawat, Tangan dan Mulut Membiru
Elora, bayi tiga bulan meninggal di sebuah tempat penitipan anak di Jalan Drupadi, Denpasar. Tangan dan mulutnya membiru.
"Menit-menit pertama, lanjut lima menit, anak saya masih gerak-gerak, mungkin dia ingin membalikkan badannya ya. Cuma lama kelamaan dia diam. Di situ kelihatannya dia seperti kehabisan oksigen. Itu yang saya kecewa," katanya.
Soal pihak TPA atas rekaman CCTV itu, menurur Andika mereka terkesan masih belum mengakui kesalahan atau kelalaian perawatnya.
"Malah yang saya dengar di penyelidikan membuat berita acara dan menyatakan bahwa mereka bekerja sesuai SOP. Anak haus diberi susu, tidur, dan kemudian meninggal. Kok ngomongnya begitu," ujar Andika.
Ia menjelaskan menurut keterangan dokter Rumah Sakit Bros bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayinya.
"Dari Rumah Sakit Bros, pihak dokter menyampaikan dia sudah meninggal. Tanda kekerasan tidak ada. Kata dokter karena kehabisan oksigen," ujarnya
Tribun Bali belum berhasil menghubungi pihak pengelola penitipan anak untuk melakukan konfirmasi atas kejadian tersebut.
Ketika mendatangi lokasi penitipan anak kemarin, dari luar kondisi gedung tampak dtertutup rapat.
Ketika Tribun Bali mencoba menghubungi seorang pengurus penitipan anak, telepon selulernya dalam keadaan tidak aktif.
Secara tegas, Andika mengatakan akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Ia kini masih menunggu hasil otopsi dari RSUP Sanglah atas bayinya.
"Saya bawa ke RSUP Sanglah agar diautopsi. Sebenarnya kita sempat ragu mau diautopsi atau tidak, karena kan jasadnya dibedah kalau diautopsi."
"Tapi dari pihak kepolisian bilang, kami tidak bisa menyelesaikan ini secara hukum kalau tanpa autopsi, harus dibuat data autopsinya. Saya mendukung proses hukumnya dan saya ikuti. Saya serahkan ke pihak kepolisian," tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun Bali dengan judul: Kronologi Bayi Elora Meninggal di TPA Drupadi Denpasar, Sang Ayah Teteskan Air Mata Saat Lihat CCTV