Pilpres 2019

Tanggapi Gerakan Kedaulatan Rakyat, Ruhut Sitompul Singgung Amien Rais hingga Beri Imbauan Ini

Ruhut Sitompul menanggapi soal mencuatnya gerakan kedaulatanrakyat yang diserukan Amien Rais.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
tribun jatim/sofyan arif candra
Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais 

Tetapi, lanjut Amien Rais, kecurangan dilakukan secara brutal dan 'barbarik'.

"Terjadi kecurangan yang bersifatnya TSM, terstruktur sistematik masif, yang sifatnya bahkan brutal dan barbarik," ujar Amien Rais seperti dilansir dari Tribunnews.com.

"Kemudian jauh sebelum Pemilu ya mungkin 3 minggu sebelumnya saya pernah sampaikan blak-blakan kalau sampai terjadi kecurangan yang TSM, maka 02 tidak akan pernah mengakui apalagi dipaksa-paksa untuk bawa kasusnya ke MK," tambahnya.

Sambangi Perayaan Waisak, MenPAN-RB dan Kapolda Metro Jaya Ingatkan Pesan Persatuan

Polisi Minta PLN Tambah Rambu Lalu Lintas Selama Galian Kabel di Jalan Raya Bogor Berlangsung

Ingin Santap Steak Wagyu Saat Buka Puasa? Paket Promo Holydukduk Bisa Jadi Pilihan

Diikuti 10.000 Umat, Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Berikan Pesan Cintai Tanah Air

Terkuak Jumlah Asisten Rumah Tangga Nia Ramadhani, Jedar: Satu Rumah Kayak Buat Se-Kabupaten!

Menanggapi hal itu, Ruhut Sitompul justru menyindir Amien Rais.

Ruhut Sitompul menyebut Amien Rais malu-malu kucing.

Selain itu, Ruhut Sitompul mengatakan, pengerahan masa yang menyalahi konstitusi tidak mungkin terjadi.

"Mimpi kali ye, tegas saya katakan itu," kata Ruhut Sitompul seperti dikutip TribunJakarta dari tayangan YouTube iNews Tv, Minggu (19/5/2019).

"Udah lah, apa lagi tokoh yang awal mengatakan people power malu-malu kucing sudah mengatakan kedaulatan rakyat. Itu lah si Amien Rais," sambungnya.

Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (TribunWow.com)

Ruhut Sitompul pun mengimbau kepada masyarakat agar jangan khwatir atas adanya isu pergerakan massa.

"Imbauan saya kepada masyarakat jangan takut, itu penting, karena kerjaan mereka nakut-nakutin, percayakan kepada TNI dan Polri," tandasnya.

Sementara itu untuk diketahui, aksi gerakan kedualatan rakyat ini akan dilakukan pada 20 Mei hingga 22 Mei 2019.

Dikutip dari Wartakota, CEO Seknas PADI Marwan Batubara mengatakan gerakan kedaulatan rayat dibentuk sebagai respons adanya dugaan ketidakadilan di Pemilu 2019.

"Belum lagi calon petahana yang tidak ambil cuti, sehingga ini nyampur sebagai paslon dan sebagai pelaksana pemerintahan," ujarnya.

"Fasilitas negara itu sudah dipisahkan, yang mestinya dia cuti itu diatur. Nah, peraturan itu sendiri dbuat untuk menguntungkan petahana," sambung Marwan.

Roy Kiyoshi Ditipu Asisten Rp300 Juta, Denny Darko: Dia Kehilangan Karena Menganggap Bak Keluarga

Gerombolan Remaja Ditangkap di Depan Masjid Istiqlal, Pesan Senjata Tajam di Tukang Las

Aksi unjuk rasa gerakan kedaulatan rakyat, menurut Marwan, akan dilakukan pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2019. Pihaknya menargetkan 7 juta massa yang akan ikut aksi unjuk rasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved