Pencari Ikan Ditemukan Termutilasi: Tak Pulang ke Rumah, Jeritan Dini Hari dan Pengakuan Istri
Penemuan mayat termutilasi menggerkan warga di Simpang Bingung Kecamatan Sungai Pinang, Tanjung Raja Ogan Ilir, Kamis (6/6/2019).
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Pengakuan Sang Istri
Penemuan mayat korban pembunuhan dan mutilasi, Kariman (40), mengagetkan warga Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Pihak keluarga pun mengaku tidak percaya dengan kematian korban yang dikenal tidak memiliki musuh.
"Suami saya kerjanya setiap cari nafkah dan tidak pernah ada masalah dengan siapapun. Tidak pernah," kata Mardiah, istri korban saat ditemui di lokasi penemuan jenazah, Kamis (6/6/2019).
Malam sebelum Karoman ditemukan tidak bernyawa, korban pamit pada istri hendak mencari ikan di telaga desa setempat.
Namun hingga larut malam, korban tak kunjung pulang hingga keesokan harinya korban ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi kepala dan kedua tangan hilang.
"Kata anak pertama saya, suami saya tidak ada, hanya ada perahu buat cari ikan. Jam 10 dapat kabar ada mayat suami saya dekat telaga dekat sawah," kata Mardiah yang tampak tanah dengan kematian suaminya.
Karoman meningal secara mengenaskan.
Ia meninggalkan 5 orang anak yang masih kecil, yakni Agus Triadi (15 tahun), Ahmad Komar (11 tahun), Fitrianti (9 tahun), Nurul Usna (5 tahun) dan Miftahul Jannah (2 tahun).
Saat ini jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan otopsi.
"Suami saya kepala rumah tangga, kami selalu berusaha cari duit Rp 50 ribu sehari untuk menghidupi kelima anak kami," ucap Mardiah.
Ciri-ciri Korban
Karoman yang ditemukan tewas dengan kondisi terkena mutilasi, dikenali pihak keluarga dari pakaian yang dikenakannya.
Selain dikenali dari baju yang dikenakan, keluarga juga mengenali korban dari tanda lahir bawaan yang ada pada korban.
"Kami yakin itu Karoman, dari tahi lalat yang ada di kaki kanannya. Makanya, selain melihat baju yang kenakan sebelum berangkat, ada tahi lalatnya itu," ujar Syarifudin saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (6/6/2019).
Syarifudin mengungkapkan, bila tidak ada firasat sebelum kepergian korban untuk mencari ikan di sungai.
• Update Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang, Sugeng Lakukan Hal Ini Sebelum Mutilasi Korban
• Terduga Pelaku Mutilasi Anaknya Belum Ditemukan, Ibu Vera Oktaria Ungkap Sakit Hati
• Sugeng Memutilasi Wanita di Malang Tetapi Tidak Membunuhnya: Fakta Sebenarnya dan Hubungan Asmara
• Pemutilasi Wanita Tiga Hari Setelah Meninggal Pernah Potong Lidah Pacar dan Pukul Kepala Ayahnya
• Jejak Kelam Sugeng, Pemutilasi Wanita Kenalannya Enam Bagian: Terlibat KDRT, Suka Bawa Senjata Tajam
Pihak keluarga merasa heran, ketika sejak pagi korban belum juga pulang dari mencari ikan.
Hingga akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk mencari korban.
Setelah ditemukan, ternyata sudah meninggal dan dalam kondisi yang mengenaskan.
"Setahu saya, dia tidak ada musuh. Tetapi tidak tau kalau diluaran, karena kami tidak bisa melihat terus," ujar Syarifudin.
Menurut Syarifudin, biasanya ia pergi ke sungai untuk mencari ikat melewati sawah.
Tetapi hari sebelum kejadian, ia pergi tidak melewati tempat biasanya. Malah lewat ditempat lain. (TribunSumsel.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mutilasi-pencari-ikan-3.jpg)