Info Mudik 2019

Dishub DKI Jakarta Luruskan Soal Penggunaan Anggaran Rp14 Miliar untuk Program Mudik Gratis 2019

"Sehingga, anggaran untuk sewa bus saja sebesar Rp 11,4 miliar rupiah," kata Sigit dalam keterangan yang diterima, Minggu (9/6/2019).

Dishub DKI Jakarta Luruskan Soal Penggunaan Anggaran Rp14 Miliar untuk Program Mudik Gratis 2019
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Plt Kadishub DKI Jakarta Sigit Wodjatmoko, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Perhubungan DKI Jakarta meluruskan informasi soal anggaran sewa bus dalam Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko menjelaskan, terdapat sejumlah informasi yang tidak benar dan tidak akurat yang tersebar di media sosial terkait anggaran sewa bus yang mencapai Rp 14 miliar rupiah.

Menurutnya, anggaran dengan jumlah tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor dengan total 62 truk (36 truk arus mudik dan 26 truk arus balik), pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

"Sehingga, anggaran untuk sewa bus saja sebesar Rp 11,4 miliar rupiah," kata Sigit dalam keterangan yang diterima, Minggu (9/6/2019).

Dishub DKI Jakarta Siapkan Bus dan Truk Gratis Angkut Sepeda Motor untuk Warga Kembali ke Ibu Kota

Tersebar pula informasi di media sosial bahwa sewa bus dilakukan hanya sekali jalan.

"Hal itu tidak benar, lantaran layanan Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta ini tidak hanya arus mudik, tetapi juga arus balik. Dengan demikian, armada bus yang disiapkan juga untuk dua kali perjalanan, dengan total armada sebanyak 594 bus," kata SIgit.

Selain itu, tersiar kabar bahwa biaya per armada bus menghabiskan Rp 29 juta rupiah, yang mana tujuan Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan berbiaya sama.

Untuk diketahui, harga sewa bus tidak sama dan tidak dipukul rata untuk semua tujuan.

"Besarannya berbeda-beda, sesuai kota tujuannya. Tentu, harga sewa ke Ciamis tidak sebesar harga sewa bus ke Yogyakarta, dan harga ke Yogyakarta tidak sama dengan harga ke Jombang, dan seterusnya," kata Sigit.

Kendati demikian, jika dirata-rata, maka rincian anggaran untuk sewa bus secara umum sebagai berikut:

Anggaran untuk sewa bus Rp 11,4875 miliar.
Jumlah bus: 594 bus (372 saat arus mudik dan 222 saat arus balik)
Maka, harga sewa rata-rata Rp 11,4875 miliar/ 594 bus = Rp 19,3 juta / bus 
Kapasitas bus : 54 orang
Maka, biaya rata-rata per orang Rp 19,3 juta / 54 orang = Rp 358 ribu / orang

Sehingga, jumlah penghitungan anggaran sewa per bus bukan sebesar Rp 29 juta seperti yang tersebar di media sosial, melainkan Rp 19,3 juta per bus.

Sementara itu, biaya per orang bukan Rp 800.000 rupiah seperti yang disebutkan di media sosial, tetapi Rp 358.000 rupiah per orang. 

Di samping itu, kontrak dengan mitra operator baik bus maupun truk merupakan kontrak harga satuan.

"Artinya, pembayaran sesuai jumlah bus dan truk yang dipakai. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak membayar unit kendaraan yang tidak dipakai. Untuk saat ini belum dilakukan pembayaran, mengingat kegiatan arus balik yang masih berjalan," kata Sgit.

Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved