Pemkot Jaktim Berencana Hadirkan Food Court dan Toko Souvenir di Lingkungan Makam Pangeran Jayakarta

Anwar mengatakan hadirnya tempat kuliner dan souvenir sebagai bentuk pelestarian, namun tidak akan mengubah keaslian Makam

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar saat menghadiri ziarah di Makam Pangeran Jayakarta, Senin (17/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar usahakan tahun ini untuk menghadirkan Food Court dan Toko Sovenir di lingkungan Makan Pangeran Jayakarta.

Makam Pangeran Jayakarta terletak di Jalan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.

Anwar mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri ziarah di Makam Pangeran Jayakarta bersama jajarannya dalam rangka menyambut HUT DKI Jakarta ke-492.

Hal tersebut juga kembali diungkapkannya saat peresmian Mushola Al Barkah di area Kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Keasliannya (Makam Jayakarta) tidak akan kita ubah, tapi yang harus diperbaiki kita perbaiki. Termasuk menghadirkan kuliner, seperti adanya foodcourt. Termasuk juga adanya souvenir," jelasnya, Senin (17/6/2019).

Pihak Kemenkumham Pastikan Setya Novanto Bakal Diberikan Sanksi Akibat Melarikan Diri dari Lapas

Anwar mengatakan hadirnya tempat kuliner dan souvenir sebagai bentuk pelestarian, namun tidak akan mengubah keaslian Makam.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan saat ini rencana tersebut masih terkendala oleh pembebasan lahan.

"Dari enam bidang, saat ini baru dua bidang yang sudah siap dibebaskan. Masih ada empat lagi. Tentunya nanti kita akan upayakan untuk lakukan pembebasan. Ini harus kita lestarikan dan kita bangun kembali.  InsyaAllah tahun ini," sambungnya.

Anwar menambahkan, pemugaran Makam Pangeran Jayakarta yang dimulai dengan pembebasan lahan harus dilakukan karena salah satu program unggulan.

"Kita punya program itu dan merupakan program unggulan. Namun kewenangannya ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Saat ini kita masih lakukan pendekatan, agar sisanya bisa dibebaskan," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved