Toko Emas Tangerang yang Dibobol Perampok Berpistol dan Samurai Tak Ada Teralis Pengaman

Toko Emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang yang dibobol perampok tidak dilengkapi menggunakan teralis pengaman.

Tayang:
Istimewa/dokumentasi Polresta Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat menyambangi toko emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (17/6/2019). 

Jumlah pembeli toko emas Permata yang berlokasi di kolong flyover Balaraja, Jalan Raya Serang, Telagasari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, menurun pasca perampokan yang terjadi kemarin, Sabtu (15/6/2019).

Toko emas yang berada di pinggir jalan itu langsung buka pasca perampokan terjadi.

Anis, salah satu karyawan, beralasan stok emas di toko itu masih ada. Terlebih, katanya, saat hari Minggu pembeli ramai.

Namun hal itu bertolak belakang, ternyata hari ini, Minggu (16/6/2019), pembeli yang datang tidak seperti biasanya.

"Sepi ini, biasanya memang di sini ramai. Apa lagi hari Minggu, biasanya ramai banget," ujar Anis kepada TribunJakarta.com.

Pantauan TribunJakarta.com, toko emas itu memang masih didatangi beberapa pembeli.

Sekira delapan karyawan yang ditugaskan berjaga pun sebagian sibuk melayani. Namun menurut Anis, jumlah pembeli di toko emas Permata tidak jauh lebih banyak.

"Ini mah sedikit. Biasanya ramai banget kalo Minggu. Apa lagi Ramadan kemarin, banyak yang datang," ujarnya.

Sementara, toko emas itu mengurangi jam bukanya. Biasanya buka dari mulai 08.00 - 19.00 WIB, hari ini mereka buka dari 08.00-18.00 WIB.

Omzet Toko Emas Balaraja Capai Ratusan Juta Sehari

Asep Hidayat (baju hitam) saksi mata kejadian perampokan di toko emas Permata di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/6/2019).
Asep Hidayat (baju hitam) saksi mata kejadian perampokan di toko emas Permata di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/6/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Karyawan toko emas Permata, yang berlokasi di kolong flyover Balaraja, Jalan Raya Serang kilometer 24, Telaga Sari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, beromzet sampai Rp 600 juta per hari.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, toko emas itu baru saja disatroni perampok yang berhasil membawa kabur kalung dan gelang emas dengan total berat 1,6 kilogram.

Anis, karyawan toko emas itu, mengatakan, omzet toko emas yang dijaganya bisa mencapai Rp 600 juta per hari.

"Omzet bisa 300 - 600 juta per hari. Itu ya dari pembukuan" ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Hari ini, pasca insiden perampokan itu, ai mengaku jumlah pembeli yang datang menurun.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved