Pilpres 2019

Jelang Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup 1 Arah

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi sore ini, tampak jalan yang mengarah ke Gedung MK ditutup oleh sejumlah cone berwarna oranye.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah cone berkelir oranye tampak terpasang di Jalan Medan Merdeka Barat yang meengarah ke Gedung MK, Senin (24/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menjelang sidang putusan sengketa Pilpres atau Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), pihak kepolisian menutup arus lalu lintas Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi sore ini, tampak jalan yang mengarah ke Gedung MK ditutup oleh sejumlah cone berwarna oranye.

Cone tersebut tampak diletakan di depan Gedung Indosat Ooredoo yang ada di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Beberapa orang petugas kepolisian juga tampak berjaga di sekitar lokasi tersebut untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar Patung Kuda tetap lancar.

Sementara itu, barrier beton juga tampak terpasang di dekat Gedung MK, tepatnya di depan Museum Nasional.

Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Sengketa Pilpres Dibacakan 27 Juni 2019 Bakda Zuhur

Kasat Lantas Jakarta Pusat Kompol Sri Widodo mengatakan, penutupan arus lalu lintas sendiri sudah dilakukan sejak dini hari tadi.

"Itu pengalihan tadi malam dari pukul 23.00 WIB sudah rapi-rapi dan pukul 02.30 WIB sudah rapi dan jalan sudah tertutup," ucapnya saat dihubungi, Senin (23/6/2019).

Meski demikian, penutupan hanya dilakukan satu arah. Pengendara masih dapat melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dari kawasan Harmoni menuju Patung Kuda.

"Penutupan satu arah, arah sebaliknya (Harmoni menuju Patung Kuda) masih bisa dilalui kendaraan," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Terkait penutupan jalan tererbut, ia masih belum bisa memastikan kapan Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Harmoni kembali di buka.

"Sampai kapannya kami belum tahu pasti, ini kan untuk pengamanan di MK dan sidang terakhir sampai 28 Juni," tuturnya.

Ia pun menyebut, bila situasi yang tidak diinginkan terjadi, penutupan jalan bisa dilalukan hingga lebih dari tanggal 28 Juni 2019.

"Eskalasi massa yang demo atau yang lain sampai tanggal 28 Juni itu kita kan enggak tahu," kata Kompol Sri.

"Kalau sewaktu-waktu tanggal 28 situasi berbeda, penutupan jalan lebih panjang juga bisa," tambahnya.

Seperti diketahui, MK konstitusi akan menggelar sidang sengketa Pilres atau PHPU pada 28 Juni 2019 mendatang.

Saat ini, para hakim yang menangani sengketa ini masih sendiri baru memulai rapat permusyawaratan.

Rapat permusyawaratan hakim sendiri dilakukan sejak hari ini, Senin (24/6/2019) sampai Kamis (27/6/2018) mendatang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved