Meski Rumahnya Dekat, Jelita Kecewa Anaknya Tak Masuk SMPN 1 Jakpus Lewat Jalur Zonasi

Jelita, salah satu orangtua murid yang berdomisili di Salemba, Jakarta Pusat mengaku kecewa lantaran sang anak tak dapat masuk ke SMPN 1 Jakarta Pusat

Meski Rumahnya Dekat, Jelita Kecewa Anaknya Tak Masuk SMPN 1 Jakpus Lewat Jalur Zonasi
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Jelita, orangtua murid berdomisili di Salemba, Jakarta Pusat kecewa lantaran sistem zonasi dalam PPDB tahun ini tetap mempertimbangkan nilai, di SMPN 1 Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelita, salah satu orangtua murid yang berdomisili di Salemba, Jakarta Pusat mengaku kecewa lantaran sang anak tak dapat masuk ke SMPN 1 Jakarta Pusat lewat jalur zonasi dalam PPDB 2019 ini meski rumahnya dekat.

Menurut Jelita, ia dan anaknya ditolak ketika mencoba mendatangi sekolah tersebut untuk mendaftar di hari kedua pelaksanaan PPDB hari ini. 

Sebab, nilai yang dimiliki sang anak dianggap tidak cukup untuk masuk ke SMPN 1 Jakarta Pusat.

"Saya pusing. Susah sekali, katanya kan tahun ini sesuai zona, dimana aja bisa asalkan KK di Salemba pilih sekolahnya dekat-dekat itu. Tapi ternyata anak saya gak bisa, alasannya katanya nilainya terlalu rendah," kaya Jelita, di SMPN 1 Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Menurut Jelita, ia dan anaknya yang tinggal di kawasan Salemba memiliki sejumlah rekomendasi sekolah negeri terdekat dengan domisili tempat tinggalnya itu.

Namun, lantaran nilai perolehan hasil Ujian Nasional yang dimiliki anaknya kecil ia berkecil hati karena sang anak tak bisa masuk ke sekolah-sekolah tersebut lewat jalur zonasi.

Hari kedua PPDB 2019, Jalur Zonasi di SMAN 112 Jakarta Sepi Pengunjung

Sudin Dukcapil Jakarta Utara Akan Gelar Biduk Bagi Pendatang Baru

Puan Maharani Pede Jadi Calon Kuat Ketua DPR RI Periode 2019-2024

Ia pun mengaku kecewa dengan adanya sistem zonasi saat ini.

Menurut Jelita, meski sistem zonasi menjelaskan bahwa seluruh peserta didik akan diberikan kesetaraan yang sama untuk bersekolah di lingkungan terdekat, namun besarnya nilai masih jadi penentu diterima atau tidaknya siswa tersebut di sekolah itu.

"Untuk zonasi terdekat, di Salemba anak saya direkomendasikan ke 8 sekolah. Tapi pas dilihat nilainya (di internet) tinggi, jadi anak saya enggak bisa masuk di semuanya. Tadi pun di sini (SMPN 1) disebutkan yang daftar rata-rata nilainya delapan koma. Anak saya jauh dibawah itu," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved