Protes Pungli di Sekolah Tempat Bekerja, Guru Honorer SD di Tangsel Diintimidasi dan Dipecat Sepihak

Pengajar mata pelajaran kesenian itu mengaku gemas melihat berbagai kebijakan sekolah yang selalu membebankan biaya kepada para murid.

Protes Pungli di Sekolah Tempat Bekerja, Guru Honorer SD di Tangsel Diintimidasi dan Dipecat Sepihak
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rumini, mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 02 Tangerang Selatan, di kediamannya di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). 

Per kelas dimintakan uang sebesar Rp 2 juta dan dibagi kira-kira 30 siswa untuk instalasinya.

"2018, itu dimintain uang per kelas itu 2 juta per kelas. Satu kelas ada 30 orang, satu siswa 75 ribu," jelasnya.

Kegeraman Rumini sampai membuatnya nekat mengambil data laporan BOS, rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS) dan rencana anggaran belanja sekolah (RAB) yang sulit diakses walaupun bersifat publik.

Sikap kritis yang ditunjukkan Rumini ke sekolah pun berujung intimidasi sampai ditekan agar mengundurkan diri dari sekolah.

Intimidasinya tidak main-main, Rumini mengaku pernah dikunciin di dalam ruangan sampai pingsan.

"Sering sampai dikunciin di ruangan. Saya sampai pingsan lho," ujarnya.

Matanya terbelalak saat ia mengingat kembali bahkan untuk keluar sekolah pulang saja ia harus berjuang.

"Saya mau keluar ruangan didorong, saya keluar didorong. Sampai lapangan, motor saya berdiri, ngetrek kondisinya nyala," ujarnya.

Tekanan yang diterima Rumini begitu bertubi-tubi dari pihak guru bahkan sampai ke Kepala Sekolah, Suriah.

Keluarga Rumini pun ikut dilibatkan, adiknya yang masih tinggal tidak jauh dari kediaman Rumini turut didatangi pihak sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved