Breaking News:

Pilpres 2019

Putusan MK Final, Jimly Asshiddiqie: Tak Ada Keputusan Pengadilan yang Memuaskan Semua Orang

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie memberikan tanggapan soal putusan sengketa Pilpres 2019.

TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Assidiqqie hadir di yang terletak di Komplek Billymoon, Jalan Kelapa Kuning III blok F1 no.2, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/5/2018). 

Jimly Asshiddiqie mengungkapkan, putusan MK yang bersifat mengikat itu telah disepakati di dalam UUD 1945 sehingga seluruh pihak harus menghormatinya. 

"Kita sudah sepakat di dalam UUD 1945. Kalau putusan pengadilan yang sudah final dan inkracht harus dihormati sebagai keadilan walaupun kita tak puas," papar Jimly Asshiddiqie.

Kendati demikian, Jimly Asshiddiqie menilai, tak ada keputusan pengadilan yang bisa memuaskan seluruh pihak.

Menangi 5 Kali Pemilu Berturut-turut, Jokowi Bocorkan Rahasianya

Memaknai Gestur Prabowo & Jokowi Pidato Seusai Putusan MK, Analis Komunikasi: Batin di Bawah Tekanan

"Tak ada keputusan pengadilan yang memuaskan semua orang, sepanjang keputusan manusia tak akan mungkin memuaskan semuanya," ungkap Jimly Asshiddiqie.

Meski demikian, Jimly Asshiddiqie menyatakan terdapat kesepakatan bahwa putusan MK yang final dan mengikat itu harus dihormati.

Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie (YouTube/Talkshow Tv One)

Jimly Asshiddiqie menegaskan, sebagai manusia sebenarnya kita bisa salah juga dalam mengambil putusan sidang.

"Bisa jadi sebagai manusia kita bisa salah juga. Contohnya banyak orang yang sudah dihukum mati, 10 tahun kemudian terungkap orang tersebut tak salah.

Aa Gym: Jabatan itu Kehendak Allah SWT Sebagai Ujian Besar, Tanggungjawabnya Dunia Akhirat

Belum Puasa Syawal? Masih Ada Waktu sampai 3 Juli, Simak Niat dan Pahala yang Didapatkannya!

Hal tersebut banyak terjadi dan di berbagai negara menjadi hal biasa," jelas Jimly Asshiddiqie.

Menurut Jimly Asshiddiqie, kita sebagai negara harus bersepakatan negara konstitusional mengenai putusan yang telah ditetapkan itu bersifat mengikat.

"Sebagai negara, kita harus bersepakatan negara konsitusional mengenai putusan yang sudah final maka harus dihormati," beber Jimly Asshiddiqie.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved