PPDB 2019

2 Siswa Yang Diterima Melalui Zonasi Umum di SMAN 48 Jakarta Timur Tidak Lapor Diri

Saat ini SMAN 48 sudah menerima 3 siswa dari jalur prestasi dan 154 dari jalur zonasi umum.

2 Siswa Yang Diterima Melalui Zonasi Umum di SMAN 48 Jakarta Timur Tidak Lapor Diri
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Ketua Pelaksana PPDB Sri Mulyono saat ditemui di SMAN 48 Jakarta, Jalan Pinang Ranti II, Makasar, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Dua siswa yang di terima melalui Jalur Zonasi Umum di SMAN 48 Jakarta, Jalan Pinang Ranti II, Makasar, Jakarta Timur tak lapor diri hingga batas waktu yang ditentukan.

Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020, SMAN 48 membuka rombongan belajar sebanyak 8. Pembagiannya 5 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan 3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sejak jalur inklusi dibuka, tidak ada pendaftar di jalur tersebut di SMAN 48. Sehingga saat ini SMAN 48 sudah menerima 3 siswa dari jalur prestasi dan 154 dari jalur zonasi umum.

Ketua Pelaksana PPDB Sri Mulyono menuturkan pada jalur zonasi harusnya ada 156 Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang diterima di SMAN 48. Namun 2 CPDB tak melapor diri.

"Jadi kalau dari jalur zonasi umum kita sudah menerima 98 orang untuk MIPA dan 58 orang untuk IPS. Namun pada tanggal 27-28 Juni 2019, 2 siswa tidak lapor diri," jelasnya saat ditemui di SMAN 48 Jakarta, Senin (1/7/2019).

Tak kunjung lapor diri, pihak panitia PPDB SMAN 48 melakukan pemberitahuan melalui telpon. Namun hingga hari terakhir lapor diri, Jumat (28/6/2019) hanya satu dari perwakilan orang tua murid yang memberikan konfirmasi.

Andritany Ardhiyasa Cedera Patah Tangan, Pelatih Kiper Persija Jakarta Tak Khawatir

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Luar Biasa Negeri 9 Jakarta Terima 95 Siswa

Meski Dihargai Rp 1.000 per buah, Nenek Berusia 101 Tahun Ini Tetap Jualan Cobek: Kami Ngutang Dulu

"Kita hubungi lewat telpon. Namun hanya satu yang memberikan konfirmasi di hari terakhir lapor diri itu. Orang tuanya bilang anaknya tidak ambil kesempatan itu. Sebab anaknya akan dimasukan ke Pondok Pesantren. Katanya sayang pak anak saya sudah hapal 16 juz, mau lanjut ke Ponpes. Lalu yang satunya hingga hari terakhir tidak ada konfirmasi apa-apa," lanjut dia.

Sehingga jumlah siswa yang diterima melalui jalur zonasi umum menjadi 154 orang.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved