Beda dari Andre Rosiade, Arief Poyuono Akan Bujuk Prabowo Gabung Jokowi: Lebih Banyak Manfaatnya

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono menyebut jika partainya lebih baik bergabung dengan pemerintahan Jokowi ketimbang menjadi oposisi.

Beda dari Andre Rosiade, Arief Poyuono Akan Bujuk Prabowo Gabung Jokowi: Lebih Banyak Manfaatnya
YouTube Metrotvnews
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono - Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono menyebut jika partainya lebih baik bergabung dengan pemerintahan Jokowi ketimbang menjadi oposisi.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade.

Andre Rosiade terkesan lebih memilih untuk menjadi opisisi ketimbang bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

Arief Poyuono sendiri mengatakan, dirinya akan menjadi kader Gerindra yang mendorong Prabowo Subianto untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-Maruf Amin.

Hal itu disampaikan Arief Poyuono saat diwawancara dalam program Prime Talk Metro TV.

Meski begitu, kata Arief Poyuono, hingga saat ini belum ada pertemuan internal Gerindra untuk membahas hal itu.

"Akan menjadi orang Gerindra yang meminta partai saya dan Pak Prabowo untuk bisa berkoalisi dengan Pak Joko Widodo," ujarnya seperti dilansir dari tayangan YouTube Metrotvnews, Selasa (2/7/2019).

Usulan tersebut akan ia sampaikan dalam rapat internal Gerindra.

Emak-emak Berkebaya di Monas Ajak Kaum Millenial Bangga Berbusana Adat

Anggap Koalisi Jokowi Kegemukan untuk Dimasuki Oposisi, Cak Imin: Jangan Kurangi Jatah PKB Deh

Sebab menurutnya, bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-Maruf akan lebih banyak manfaatnya untuk Indonesia.

"Kalau ada rapat saya akan menyarankan bahwa lebih baik dan lebih banyak manfaatnya bagi masyarakat Indonesia," terangnya.

"Karena dengan kita berkoalisi, selesai sudah, artinya tinggal kita tunggu di 2024 kita menyiapkan pimpinan nasional 2024 yang jauh lebih baik untuk bisa menerima tongkat estafet dari Pak Joko Widodo," tambahnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono (YouTube Metrotvnews)

Sementara itu Andre Rosiade menganggap bahwa apa yang disampaikan Arief Poyuono adalah pendapat pribadi.

Dijelaskannya bahwa Partai Gerindra hingga saat ini belum menentukan arah politiknya.

"Itu kan pendapat pribadi, partai belum memutuskan apapun," kata Andre Rosiade.

Menurutnya, bekerjasama dengan Jokowi dan Maruf Amin dalam membangun bangsa tak mengharuskan partainya ikut dalam pemerintahan.

"Kami bisa menjadi oposisi yang loyal dan konstruktif di mana kebijakan Pak Jokowi yang baik bagi bangsa dan negara kita dukung, kebijakan yang kami anggap kurang baik, kami tinggal kritisi dan kami berikan solusi yang lebih baik," jelas Andre Rosiade.

Hati-hati! 5 Zodiak Ini Suka Sebar Rahasia Teman Sendiri, Scorpio Semangat Ingin Balas Dendam

Ketum Gaikindo: Industri Otomotif Ekspor Mobil Utuh Tumbuh 14,44 Persen

Selain itu, lanjutnya, Partai Gerindra pun bisa memberikan kontribusi lainya seperti membentuk kabinet bayangan.

Hal itu guna memberikan solusi alternatif bagi masyarakat jika kebijakan pemerintah dinilai kurang baik.

"Dengan cara bisa juga Pak Jokowi punya kabinet, kami bikin kabinet bayangan, yang memberikan solusi alternatif bagi masyarakat kalau kebijakan pemerintah Pak Jokowi tidak tepat," bebernya.

Terlepas dari hal itu, Andre Rosiade menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan tiga langkah untuk menentukan arah politik.

Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade.
Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade. (YouTube Metrotvnews)

Pertama, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal.

Kedua, Prabowo Subianto akan melakukan komunikasi dengan pendukung dan relawannya.

"Menyerap aspiraasi dan mendengar maunya relawan seperti apa dan bicara untuk Indonesia ke depan.

Kendala yang Dihadapi SMAN 48 Selama Proses PPDB Hari Ini

Jelaskan Kisah Asmaranya dengan Faisal Nasimuddin, Luna Maya Bingung: Kalau Berjodoh Alhamdulillah

Ketiga, lanjut Andre Rosiade, Prabowo Subianto akan melangsungkan pertemuan dengan Jokowi.

"Silaturahim untuk menurunkan tensi, merajut kebersamaan. Kalau kapan tentu butuh waktu kita harus biacara dulu dengan pendukung," jelasnya.

"Ini kan luka masih menganga," tambahnya.

Simak video selengkapnya:

Bahas Peluang PAN Gabung Pemerintah, Faldo Maldini: Kalau Tidak Diajak Kita Juga Gak Kepedean Kok

Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini menyebut partainya akan menentukan sikap politiknya melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas)

Hal itu disampaikan Faldo Maldini saat menjadi narasumber proram Primetime News Metro Tv.

Faldo Maldini tak menampik jika di dalam internal PAN ada yang menyuarakan untuk bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi.

Namun, kata dia, ada pula yang justru menyuarakan tetap bertahana menjadi opisisi.

"Yang jelas Partai Amanat Nasional akan memutuskan sikapnya pasca Rakernas. Di dalam ada yang bilang ayo kita bergabung ke yang menang saja, tapi tidak sedikit juga yang bilang ayo kita tetap bertahan di luar, biasanya memang diputuskan di Rakernas," ujar Faldo Maldini.

Mengenal Jakarta dari Kacamata Pemandu Wisata Melalui Buku Bukan Ratu Sejagat

Anies Buka-bukaan Soal Pulau Reklamasi, Tegaskan Tak Ingkar Janji hingga Alasan Tak Dibongkar

Terlepas dari itu, Faldo Maldini mengaku siap bila PAN harus menjadi oposisi.

"Ya kita siap, kita kan punya angka 6,8 persenan, kita juga tahu diri lah, kita bersyukur juga. Tapi yang tidak kalah lebih penting adalah bagaimana caranya kita bisa ngasih kontribusi terbaik, yang paling penting kita akan memilih langkah yang sesuai konkstituen kita," terangnya.

"Kami tidak mudah gabung ke Pak Jokowi, karena belum tentu di sana mau, kalau pun di sana mau belum tentu kita juga mau, apalagi kita juga cukup kritis, kita punya value kita selalu ngomongin ekonomi, kita selalu ngomong beberapa masukan-masukan," tambahnya.

Hal yang pasti, kata Faldo Maldini, PAN akan tetap berjalan sebagai sebuah partai politik kalau pun tidak bergabung dengan partai pendukung pemerintah.

"Kita akan terus berjalan sebagai sebuah partai. Kalau tidak diajak kita juga gak kepedean kok sebenarnya," jelas Faldo Maldini.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved