Dianggap Tidak Efektif, Gubernur Banten Akan Temui Menteri Pendidikan Soal PPDB 2019

menurut Wahidin sistem zonasi pada PPDB 2019 kali ini tidak menciptakan pemerataan pendidikan di Banten

Dianggap Tidak Efektif, Gubernur Banten Akan Temui Menteri Pendidikan Soal PPDB 2019
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Gubernur Banten, Wahidin Halim, ditemui di kediamannya di Jalan Haji Djiran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (17/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan soal evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Banten.

Sebab, menurut Wahidin sistem zonasi pada PPDB 2019 kali ini tidak menciptakan pemerataan pendidikan di Banten.

Lantaran terbatasnya kuota yang ada, jumlah rombongan belajar dan fasilitas belajar yang belum memadai seperti minimnya sekolah di tiap kecamatan di Banten.

Wahidin menuturkan, beberapa alasan PPDB sistem zonasi di Banten belum maksimal karena perbandingan jumlah sekolah yang ada secara fisik belum berbanding lurus dengan kebutuhan tingkat pendidikan yang cukup tinggi.

Kedua, karena penduduk Banten yang cukup besar per-kecamatan baru mengalokasikan untuk satu sekolah negeri per-kecamatan yang dipastikan tidak mampu menampung kebutuhan di kecamatan tersebut.

Ketiga karena ada pergeseran minat masyarakat pada pendidikan gratis yang cukup besar sehingga semakin memperbesar jumlah peminatnya.

"Keempat, tanpa ada standar minimal, siapa sih yang sebenarnya diterima itu? Apa yang punya prestasi? Apa orang miskin? Apa orang kaya? Sekarang kan dengan sistem zonasi. Bagus sih tujuannya yaitu pemerataan dan semua orang dapat akses yang sama, tapi akhirnya juga tidak mendapatkan akses yang sama karena kuota terbatas, jumlah rombongan belajar terbatas dan fasilitas terbatas," ujar Wahidin dalam keterangannya, Selasa (2/7/2019).

Sambung Wahidin, yang harus didahulukan adalah bagaimana pemerintah dapat memenuhi kebutuhan itu dari jumlah sekolah yang dibangun.

Lalu jumlah rombongan belajar yang di siapkan dengan asumsi bahwa ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta, Hari Ini Selasa (2/7/2019)

Jadwal Pelayanan SIM Keliling Tangerang Hari Selasa 2 Juli 2019 Berada di Pinang

"Ini kan enggak, dibuat peraturan itu tanpa memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan atau penyiapan fasilitas sekolah. Jadi benturannya disitu, pada daerah-daerah yang tingkat kepadatan penduduk dan animo masyarakat rendah (terhadap sekolah) mungkin tidak masalah. Tapi seperti di Tangerang tempat saya, dan di Serang terutama mereka minatnya tinggi," papar Wahidin.

Sistem zonasi, lanjutnya, akhirnya menjadi tidak jelas karena jarak kilometer dari sekolah.

Apakah disepakati satu kilometer, dua kilometer atau tiga kilometer.

Berbeda jika menggunakan kriteria nilai prestasi yang akan lebih mudah melihat siapa saja calon peserta didik yang memenuhi rata-rata nilai passing grade.

"Kalau konsep pemerataannya saya setuju, tapi dalam hal action atau pelaksanaannya harus ditinjau lagi pada beberapa aspek," ujar Wahidin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved