Pilpres 2019

Komentari Partai Oposisi, Pengamat: Tak Bisa Bayangkan PAN, Gerindra, Demokrat Dipaksa Puji Jokowi

Adi Prayitno, membahas soal partai politik yang sudah mulai tampak kencenderungan dari oposisi menjadi koalisi pemerintah.

Komentari Partai Oposisi, Pengamat: Tak Bisa Bayangkan PAN, Gerindra, Demokrat Dipaksa Puji Jokowi
TRIBUN/HO/Agus Soeparto
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin bersalaman usai menonton putusan MK, jelang keberangkatannya ke Jepang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (27/6/2019). TRIBUNNEWS/HO/Agus Soeparto 

Adi Prayitno menyebut oposisi menjadi koalisi bukanlah hal yang mudah lantaran sangat bertolak belakang.

"Karena ini enggak gampang Zilvia, bahwa menyatukan dua kolam yang selama ini fragmentasinya begitu ekstrem, kemudian berlabuh dalam satu haluan," ujar Adi Prayitno.

Adi Prayitno mengaku tidak bisa membayangkan ketika PAN, Gerindra, hingga Demokrat menjadi koalisi dan dipaksa untuk ikut memuji Jokowi.

Dengan berpindahnya oposisi ke koalisi, hal ini nantinya juga menjadi tantangan psikologi politik.

"Itu enggak gampang, kan kita tidak bisa membayangkan misalkan ya, tiba-tiba PAN, Gerindra, ataupun Demokrat dipaksa untuk muji-muji Jokowi, sesuatu hal yang selama ini tidak pernah dilakukan," tuturnya.

"Ini juga kendala psikologi politik yang harus dibayangkan," imbuhnya.

Berikut video lengkapnya (menit ke-1.18):

Mahfud MD Prediksi Partai Oposisi yang Bergabung ke Jokowi

Diketahui, Mahfud MD menyebut ada tiga partai yang hampir dapat dipastikan akan bergabung pada koalisi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf.

Di antaranya adalah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Demokrat, sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertahan menjadi oposisi.

Halaman
123
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved