Bocah 8 Tahun Lebam Dianiaya Ayah Kandung di Lampung: Diseret Kayak Kambing, Warga Tak Berani Tolong

Bocah berusia 8 tahun menjadi korban penganiayaan ayah kandungnya sendiri. Sang anak diseret seperti kambing, bagaimana peristiwa itu terjadi?

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com
Ilustrasi kekerasan 

Dikira Ditabrak

Ilustrasi kekerasan.
Ilustrasi kekerasan. (Tribun Pontianak/Kompas.com)

Kakak perempuan Sul, AF (14) yang baru pulang melihat kondisi Sul sempat terkejut.

Ia mengira, Sul babak belur karena habis tertabrak mobil. "Pulang asar, liat Sul kayak gitu (babak belur). Kirain ketumbur mobil," ujar AF.

AF menceritakan, bahwa mereka tiga bersaudara. Selain Sul, ada si bungsu, HA.

Mereka bertiga hanya tinggal bersama ayahnya, Hen. Sementara ibu bekerja di luar Negeri.

AF menuturkan, sang ayah tidak bekerja. Kegiatannya hanya di rumah.

Ketika ada anak yang berbuat salah, besar maupun kecil, Hen selalu memukul.

Bahkan bukan hanya mereka saja yang mengalami penganiayaan itu, ibu mereka pun sama. "Sebelum pergi bekerja ke luar negeri, ayah juga memukuli ibu," ujarnya.

AF yang duduk di kelas 3 SMP ini mengaku takut dengan ayahnya karena selalu

berlaku kasar pada mereka. Demikian juga dengan kedua adiknya.

Saat ini mereka bertiga mendapat pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) serta Dinas Sosial Pringsewu. Hen sendiri telah ditangkap polisi.

Ancaman Penjara 10 Tahun

Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sukoharjo, Pringsewu menahan tersangka penganiayaan terhadap anak kandung sendiri.

Pelaku yang ditahan bernama Hendriansyah.

Ia merupakan mantan sekuriti di salah satu perusahaan di Bandar Lampung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved