Cerita Untung dan Teti: Sepasang Suami Istri Mulung Sambil Ngamen Keliling Jalan
"Kalau mulung biasanya hanya Rp 50 ribu sehari, tapi kalau sambil mengamen gini bisa kisaran Rp 100 sampai Rp 150 ribu," ujarnya
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Di dalam gerobak turut duduk Nazwar (9) yang ikut berkeliling Untung dan Teti menelusuri jalan raya.
Kemudian kedua tangannya yang kurus menarik gerobak itu dibantu oleh badannya yang terselempang tali tambang di belakang gerobak.
"Saya keliling berjalan kaki dari Manggarai, ke Glodok, sampai ke Thamrin. Sudah saya lakukan seperti ini selama sembilan tahun," ungkapnya.
Bawa Anak Putus Sekolah

Selama mengamen sambil memulung, Teti dan Untung membawa Nazwar berkeliling.
Anak ketiganya itu mengaku belum pernah mengenyam bangku sekolah hingga usianya kini sembilan tahun.
"Belum sekolah, karena Nazwar harus ikut saya keliling nyari uang, dua kakaknya di desa nyari kerja. Saya enggak berani tinggalin sendiri di rumah," kata Teti.
Setiap Untung memulung, Nazwar menunggu di dalam gerobak.
"Jangan sampai dia terculik meski saya sering tinggalin dia mulung," ujarnya.
Teti dan Untung pun juga belum secara resmi menikah lantaran buku nikah tak kunjung diterimanya dari KUA.
Tetap Beribadah
Meski hanya bekerja sebagai pemulung, Untung dan Teti tetap menjalankan ibadah.
Ia tetap bersyukur menjalani pekerjaannya menjadi pemulung untuk menyambung hidup.
"Saya syukuri saja meski hanya jadi pemulung tapi tetap ingat beribadah ke Masjid saat mulung dan ngamen," lanjutnya.
Mereka sempat terlibat cekcok dengan Satpol PP yang mengira mau mengemis di masjid.
• Dinobatkan Sebagai Duta Anti Kekerasan Terhadap Wanita dan Anak, Ini yang Akan Dilakukan Cinta Laura
• Mulai Hari Ini, Paskibraka 2019 Latihan PBB di Lapangan Rumput
• Korban Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur Melalui Game Online di Bekasi Berjumlah 6 Orang