Festival Condet dan Harapan Pegiat Budaya Betawi
Festival Condet 2019 yang pada akhir pekan kemarin berlangsung di Jalan Raya Condet, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur sukses digelar.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Tingkat satu butuh enam bulan, tingkat dua enam bulan, tingkat tiga enam bulan, tingkat empat juga enam bulan. Untuk tingkat lima waktunya enggak dibatasinitu, terakhir ketika dapat ijazah dari guru kita," ujarnya.
Silat Main Pukul Bandul Potong Condet, Bela Diri yang Jurusnya Meniru Gerakan Wudhu dan Salat
Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet merupakan satu dari puluhan perguruan yang mengirimkan anak didiknya agar tampil dalam Festival Condet 2019.
Guru besar Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet, Kasmat Pulhulawa (68) mengatakan silat ini berawal dari pengembangan gerakan orang mengambil wudhu di sumur.
Bandul merupakan bagian yang berfungsi jadi pemberat ketika menimba, dulunya istilah bandul selalu disandingkan dengan senggot yang merupakan alat timba dari bambu.
"Kenapa disebut bandul potong, aslinya nama permainan (bela diri) ini bandul senggot. Karena sejarahnya sumur dengan timba, dan bandul. Bandulan sumur, jadi ada bambu, tiang dua," kata pria yang karib disapa Babe Yadi ini di Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019).
Di sela kesibukannya menyiapkan anak didiknya tampil, Babe Yadi menuturkan silat Main Pukul Bandul Potong sejatinya sudah ada sebelum Indonesia dijajah Belanda.
Bila melihat sejarah, menurutnya silat merupakan hasil pengembangan sejak umat Islam mulai menunaikan ibadah salat lima waktu.
"Bela diri ini asli sejak orang Islam diajarkan ambil air wudu. Disebutnya silat saya ini silat wudu, silat wudu itu harus menimba air dari sumur, ya itu sejarahnya," ujarnya.
Lantaran merupakan pengembangan sejak mengambil wudu hingga salat, Babe Yadi menyebut Silat Main Pukul Bandul Potong sebenarnya tak berasal dari Condet.
Penambahan kata Condet karena sesepuh Condet lah mengembangkan gerakan-gerakan dalam wudu dan salat hingga jadi seni bela diri.
"Sebenarnya bukan asli Condet, Jawa Barat, atau asli Indonesia. Dibilang silat Condet karena orang Condet yang belajar silatnya. Jadi sejak Islam mengajarkan ambil wudu," tuturnya.
Bila ditotal, Babe Yadi mengatakan ada 120 gerakan dari saat mengambil wudu hingga Tahiyat akhir dalam salat yang dikembangkan jadi 82 jurus.
Kini, perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet sudah memiliki lebih dari 60 anggota dengan usia murid paling muda 4 tahun.
"Jadi gerakan pas ambil wudhu, gerakan salat bisa jadi gerakan silat, jadi semua gerakan salat," kata Babe Yadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ketua-ii-perguruan-silat-main-pukul-bandul-potong-condet-rohman.jpg)