Festival Condet dan Harapan Pegiat Budaya Betawi

Festival Condet 2019 yang pada akhir pekan kemarin berlangsung di Jalan Raya Condet, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur sukses digelar.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua II bagian organisasi Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet, Rohman (30) di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019). 

"Kita kasih kebebasan pas istirahat. Pas istirahat mau jajan sama bercanda ya silakan, mau lari-larian juga enggak apa. Tapi ketika latihan serius lagi," kata Babe Yadi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019).

Guru besar Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet Babe Yadi (baju hijau) saat menunjukkan kemampuannya di Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019).
Guru besar Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet Babe Yadi (baju hijau) saat menunjukkan kemampuannya di Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Pria yang belajar silat sedari umur 10 tahun ini mengaku mahfum dengan watak anak yang gemar bermain seakan tak kenal lelah.

Di tempat latihan, yakni halaman RPTRA Muara Condet Babe Yadi mengakui waktu istirahat jadi waktu yang dinantikan anak didiknya yang masih berusia anak.

"Mungkin pas awal latihan agak malas, tapi pas istirahat dia justru semangat lari-larian. Nanti setelah istirahat semangat latihan lagi, namanya anak-anak kan. Yang penting dia tahu kapan harus latihan dan bercanda," ujarnya.

Kala menggembleng murid yang masih berusia anak Babe Yadi menyebut dia menekankan pentingnya fokus dan disiplin dalam berlatih.

Ketua II bagian organisasi Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet, Rohman (30) pun tak melarang anak didiknya bermain ketika jam istirahat.

"Kalau dimarahin sih enggak, kasihan anaknya juga. Ada kalanya kita tegas, ada kalanya kita sambil bercanda buat hiburan mereka. Biar ada sisi menarik buat mereka," tutur Rohman.

Perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet sendiri menggelar latihan sejak pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB 3 kali dalam satu pekan.

Setiap murid diwajibkan mengikuti latihan minimal satu kali pertemuan sebagai bukti dia serius berlatih dan disiplin terhadap aturan yang ditetapkan.

"Sekarang umur paling kecil 3 tahun. Harusnya paling kecil memang 4 tahun, tapi yang 3 tahun ini dikasih lihat pas latihan dulu, biar anaknya suka," lanjut dia.

Guna meningkatkan fokus anak ketika berlatih, Rohman mengatakan malam Kamis diperuntukkan khusus untuk latihan murid perguruan yang masih berusia anak.

Pasalnya, ketika latihan bersama orang dewasa anak-anak terkadang hilang fokus karena kagum melihat kepiawaian jurus-jurus yang sudah dikuasai seniornya.

"Dibikin khusus biar pas latihan fokus. Karena kalau latihan dicampur dengan yang dewasa kadang anak tertarik melihat orang dewasa latihan. Jadi dia malah kagum melihat yang dewasa pas latihan," ujar Rohman.

Di perguruan Silat Main Pukul Bandul Potong Condet sendiri terdapat lima tingkatan, tingkat satu mengenakan sabuk hitam.

Tingkat dua sabuk coklat, tingkat tiga sabuk hijau, tingkat empat sabuk merah, dan tingkat lima ditandai dengan sabuk putih,

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved