Sindiran Kapolres Jakut Oknum Polisi Tinggalkan Dinas Jadi Sopir Taksi Online, Pinjam Uang DP Mobil

"Ada salah satu rekan kita yang sudah bagus menjadi polisi, justru lebih memilih tidak berdinas, menjadi sopir online," kata Budhi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Dok. Polres Metro Jakarta Utara
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto memimpin apel pagi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (30/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto memimpin apel pagi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (30/7/2019).

Dalam sambutannya, Budhi menyinggung terkait permasalahan dan kinerja anggotanya.

Salah satu permasalahan yang Budhi singgung adalah soal anggotanya yang lebih memilih tidak berdinas sebagai anggota polisi untuk menjadi sopir taksi online.

"Ada salah satu rekan kita yang sudah bagus menjadi polisi, justru lebih memilih tidak berdinas, menjadi sopir online," kata Budhi.

Budhi menyayangkan keputusan anggotanya yang memilih menjadi sopir taksi online dibanding meneruskan pekerjaan sebagai anggota Polri.

Ia mengingatkan bahwa pekerjaan sebagai anggota polisi adalah pekerjaan yang berpenghasilan pasti.

Berbeda dengan sopir taksi online yang menurut Budhi tidak berpenghasilan pasti dan sewaktu-waktu bisa sepi peminat.

"Ingatlah pekerjaan kita adalah pekerjaan pasti dan mendapat penghasilan pasti, sedangkan sopir online adalah tidak pasti dan sedikit demi sedikit, berkembangnya zaman, bisa jadi sopir online menjadi makin sepi," ucap Budhi.

Kepada anggotanya dalam apel pagi ini, Budhi kemudian mengingatkan soal penanggulangan masalah dalam pekerjaan.

Budhi meminta supaya anggotanya memandang masalah tak hanya dari sudut pandang, tapi juga sudut pandang orang lain.

Hal itu disangkutpautkan dengan mutasi dalam lingkungan Polri yang terus-terusan terjadi.

Ia menegaskan kepada anggotanya yang mendapatkan mutasi agar tidak menjadi patah semangat selama masih berdinas di Polres Metro Jakarta Utara.

"Tolong kepada rekan-rekan yang mendapat mutasi selama belum turun penghadapan agar jangan loyo dapat berdinas," ucap dia.

Jadi sopir taksi online kembalikan uang pinjaman

Ilustrasi seragam Anggota kepolisian
Ilustrasi seragam Anggota kepolisian (Serambi Aceh)

Seorang oknum Polres Metro Jakarta Utara dinyatakan bermasalah karena tinggalkan dinas demi jadi sopir taksi online.

Oknum tersebut sempat meminjam duit Rp 50 juta ke Koperasi Polres Metro Jakarta Utara untuk membayar uang muka pembelian mobil.

Karena gajinya dipotong untuk membayar pinjaman, oknum tersebut akhirnya memutuskan untuk menjadi sopir online.

"Karena gajinya kan sudah dipotong untuk bayar pinjeman tadi, ada tapi kan nggak cukup. Akhirnya dia ngambil jalan pintas dengan menjadi sopir taksi online," ungkap Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Selasa (30/7/2019).

Budhi menuturkan, oknum tersebut dinyatakan bermasalah karena ia meninggalkan tugasnya selama seminggu lebih.

Menurut Budhi, oknum itu sempat mengajukan surat sakit dengan batas waktu dua hari, namun ternyata ia tak berdinas hampir dua pekan.

Budhi menduga, alasan oknum itu menjadi sopir taksi online adalah karena ia juga ingin mengantongi penghasilan lebih di luar pekerjaannya sebagai anggota Polri.

Akan tetapi, setelah diinterogasi, oknum itu mengaku penghasilannya dari menjadi sopir taksi online tak seberapa.

"Kesalahan dia adalah dia meninggalkan jam dinas. Dan kita tanya mana hasil taksi onlinenya. Nggak ada hasil. Berarti kan percuma juga, dia sopirin taksi online juga dia nggak ada hasil," jelas Budhi.

Akibat perbuatannya, oknum tersebut dikenai sanksi penempatan khusus (patsus) sampai waktu yang belum dapat ditentukan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved