Tiga Kali Berdialog, Massa Aksi di Depan Kantor GoJek Akhirnya Bubarkan Diri Secara Tertib

Satu per satu massa aksi yang berkumpul di depan kantor GoJek, Pasaraya Blok M, Kebayoran Baru, telah membubarkan diri secara tertib

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Manajemen GoJek berdialog dengan massa aksi di depan Pasaraya Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Setelah tiga kali berdialog, aksi unjuk ratusan pengemudi GoRide dan GoCar akhirnya usai.

Satu per satu massa aksi yang berkumpul di depan kantor GoJek, Pasaraya Blok M, Kebayoran Baru, telah membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 06.15.

Dialog ketiga yang dilakukan manajemen GoJek dengan 15 perwakilan pendemo berujung kesepakatan antarkedua belah pihak.

Keduanya sepakat untuk membicarakan forum diskusi ini pada forum diskusi.

"Jadi sebenarnya kita itu punya wadah untuk menyampaikan aspirasi yang namanya kopdar. Itu dua minggu sekali, nanti kita undang mereka lagi," ujar Vice President Corporate Affairs GoJek Michael Reza Say, Senin (5/8/2019).

Michael pun berharap tidak ada lagi aksi-aksi demonstrasi yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

"Mungkin selama ini forum kopdar itu belum dimanfaatkan secara maksimal," kata dia.

Mati Lampu Saat Mencuci, Nana Takut Mesin Cucinya Rusak

RSUD Pasar Rebo Pastikan Pelayanan untuk Pasien Tetap Aman Terkendali

Beberapa tuntutan pendemo adalah soal insentif dan pemutihan mitra driver yang terkena suspensi.

Terkait insentif, Michael mengakui jika pihaknya perlu melakukan edukasi terhadap para mitra driver.

"Insentif ini adalah bonus yang diberikan perusahaan, dan banyak variabel yang mempengaruhi bonus itu. Kita sebagai aplikator selalu mencari jalan terbaik. Ini yang mungkin kita harus lebih proaktif lagi untuk beritahu ke publik dan mitra kita," tutur Michael.

Sementara itu, menyoal suspensi, ia mengatakan GoJek tidak melakukannya tanpa alasan.

Menurutnya, terdapat tiga pertimbangan GoJek ketika melakukan suspensi.

Pertama adalah saat mitra bersikap curang seperti memakai akun palsu, kemudian terkait servis kepada konsumen, dan terakhir keamanan berkendara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved