Idul Adha 2019

Sahkah Jika Tukang Jagal Tidak Sebut Nama Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad mengatakan hukum bagi orang yang menyembelih hewan kurbannya sendiri adalah sunnah.

aceh.tribunnews.com
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Hari raya Idul Adha 2019 tinggal menghitung hari.

Beberapa orang tampak sudah mempersiapkan hewan kurban di hari raya Idul Adha 2019.

Beberapa pertanyaan seputar kurban di hari raya Idul Adha 2019 ini masih kerap saja di tanyakan.

Di antaranya apakah orang yang berkurban itu harus menyembelih hewannya sendiri.

Kemudian jika hewan kurban disembelih oleh orang lain, yakni tukang jagal, bagaimana hukumnya jika nama pengkurban tidak disebutkan.

Ustaz Abdul Somad mengatakan hukum bagi orang yang menyembelih hewan kurbannya sendiri adalah sunnah.

"Sunnah, nabi motong sendiri, bagus," ujarnya dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube Tafaqquh Video, Kamis (16/8/2018).

Meski begitu, Ustaz Abdul Somad sendiri rupanya selama ini belum pernah memotong hewan kurbannya sendiri.

"Pernah datang orang ke kampus menjual pisau hanya untuk daging seharga Rp 300 ribu, saya beli satu, tapi sampai sekarang tak pernah saya pakai," ujarnya.

Hal itu bukan tanpa alasan, kata dia, memotong hewan kurban itu tidak boleh sembarangan.

"Pertama harus punya ilmunya, yang kedua harus berani. Ilmunya yakni dua urat harus putus, yaitu urat napas dan urat makan," ujarnya.

Ustaz Abdul Somad kemudian mencontohkan ada orang yang memotong hewan kurban kemudian yang putus baru urat makannya saja, sementara urat napasnya belum putus.

"Begitu dibuka tali, tegak balik sapi. Masuk ke internet, sapi kerasukan setan, padahal uratnya belum putus. Makanya kalau tak punya ilmunya jangan motong," jelasnya.

Yang kedua, kemudian harus berani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved