Tersangka Perampok Mini Market di Cisauk Teridentifikasi dari Suaranya

Setelah teridentifikasi, pihak kepolisian langsung menangkap Edo dan selanjutnya Romdon, di kediamannya masing-masing

Tersangka Perampok Mini Market di Cisauk Teridentifikasi dari Suaranya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Edo (22) dan Romdon (24) tersangka kasus perampokan mini market, saat hgelar ekspos kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Serpong, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Perampok yang beraksi di mini market di Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (10/8/2019) lalu, diketahui identitasnya dari suaranya.

Tersangka perampok itu adalah Edo Suhaedi (22) dan Romdon Mardiana (24). Mereka beraksi membawa senjata tajam untuk mengancam pegawai.

Saat itu, sekira pukul 06.00 WIB, Edo dan Romdon datang menggunakan sepeda motor.

Keduanya menggunakan helm full face sampai ke dalam mini market untuk menutupi identitasnya.

Namun identitas Edo tetap bisa terungkap, karena suaranya akrab di telinga pegawai yang sudah datang.

Edo merupakan mantan pegawai di mini market itu satu tahun yang lalu.

"Memang tertutup mukanya, tapi kan suara tidak bisa bohong," ujar Dedi, pegawai mini market itu saat menghadiri ekspos kasus perampokan itu di Mapolres Tangsel, Kamis (15/8/2019).

Kukuhkan 52 Paskibraka, Anies Ingatkan Perjuangan Pahlawan Demi Berkibarnya Sang Merah Putih

Bayi Kembar Siam Aqila-Azila Asal Kendari Berhasil Dipisahkan: Sering Senyum Hingga Isolasi Sepekan

Setelah teridentifikasi, pihak kepolisian langsung menangkap Edo dan selanjutnya Romdon, di kediamannya masing-masing.

Dedi juga menjelaskan, mini market tempatnya bekerja tidak beda dengan mini market lain yang juga terdapat beberapa di Jalan Raya Cisauk itu.

"Sebetulnya biasa aja, Indomaret di jalan cisauk itu sebetulnya ada empat. Tapi mungkin yang dipilih ini karena dulunya tempat kerja dia aja. Jadi satu pelaku yang bawa pistol mainan ikut ke dalam ambil uang di brankas, yang satu lagi dekat pintu keluar," paparnya.

Atas perbuatannya, Edo dan Romdon dijerat pasal 365 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara 12 tahun.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved