Kejar Kemajuan, Jokowi: Lambat Asal Selamat Tak Lagi Relevan, Kita Butuh Cepat & Selamat

Presiden Jokowi menuturkan saat ini Indonesia membutuhkan gerak cepat dan selamat untuk menyikapi perubahan yang berlangsung di dunia.

Kejar Kemajuan, Jokowi: Lambat Asal Selamat Tak Lagi Relevan, Kita Butuh Cepat & Selamat
Tribunnews.com/Herudin
Presiden Jokowi 

"Tetapi kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman: ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa kita," tutur Jokowi.

Reaksi Spontan Puan Maharani Tuai Tepuk Tangan saat Ditanya Jadi Menteri atau Ketua DPR RI

Puan Maharani Berpeluang Jadi Ketua DPR RI, Intip Harta Kekayaannya & Besaran Gaji Menteri

Jokowi menuturkan, berbagai ancaman yang harus dihadapi Indonesia di era keterbukaan saat ini.

Presiden ke-7 RI itu mengungkapkan, Indonesia harus waspada dengan ancaman yang dihadapi dan tak takut dengan persaingan.

"Kita harus berubah untuk hadapi persaingan. Strategi baru dan cara baru harus dilakukan, kita harus lebih baik dari yang lainnya," papar Jokowi.

Jokowi menuturkan, di kompetisi global Indonesia berebut pengaruh, pasar dan investasi maka Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik.

"Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibanding negara-negara tetangga. Investasi harus membuka lapangan kerja baru harus menguntungkan bangsa kita.

Langkah demi langkah tidak lagi cukup, lompatan demi lompatan yang kita butuhkan. Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat," jelas Jokowi.

Sempat Jadi Pengelola Pom Bensin & Bakal Kembali Jadi Ketum PDIP, Ternyata Segini Kekayaan Megawati

Cek Segera! Link Pendaftaran Simulasi CAT Jelang Rekrutmen CPNS 2019, Dibuka Sampai 17 Agustus

Jokowi mengungkapkan, situasi dunia yang penuh persaingan misi untuk ikut membangun tatanan dunia yang lebih baik tidak boleh diabaikan.

Kontribusi pada perdamaian dunia harus dilanjutkan. Kontribusi pada kesejahteraan dunia harus ditingkatkan.

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (ISTIMEWA/Tangkap layar Kompas TV)

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat bangsa bisa melompat dan mendahului bangsa lain.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved