Viral Ojek di Bandung Terima Dibayar Seikhlasnya dengan Rute Bebas, Tolak Bawa Penumpang Lawan Jenis

Tulisan yang disimpan di belakang pengemudi ojek di Bandung itu berbunyi, jasa layanan pengantaran penumpang hanya dikhususkan untuk laki-laki.

Viral Ojek di Bandung Terima Dibayar Seikhlasnya dengan Rute Bebas, Tolak Bawa Penumpang Lawan Jenis
ISTIMEWA/Warganet @ysufmaulana_31 via Instagram @infobandungraya
Viral foto yang memperlihatkan tukang ojek Bandung memasang tulisan yang jadi sorotan. 

Para penumpang ojek online bakal menikmati sensasi berkendara yang berbeda ketika menaiki motor Yunansyah (39).

Ojek dalam jaringan ini menyediakan helm dengan teknologi tambahan untuk memanjakan penumpang saat berkendara.

Driver Ojek online yang melengkapi dengan helm interkom, Yunansyah di kediamannya pada Selasa (13/8/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)
Helm untuk penumpang itu dilengkapi dengan interkom agar memudahkan Yunansyah dan penumpang dalam berkomunikasi.

Jadi, penumpang pun tak perlu bersusah payah mendekat ke telinga si pengemudi saat di jalan.

Selain berkomunikasi, penumpang bisa sembari mendengarkan suara radio.

Pengalaman berkendara ini tentunya belum dimiliki oleh layanan para pengendara ojek dalam jaringan.

Bahkan, ketika perjalanan jarak jauh, penumpang bisa memilih sendiri daftar lagu yang tersimpan di ponselnya.

"Jadi ada pilihannya, si penumpang itu bisa memilih lagu di playlist hpnya dengan mode Bluetooth saat di jalan," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (13/8/2019).

Yunansyah beralasan pelayanan terhadap penumpang menjadi hal utama yang harus diutamakan.

Sebab, kepuasan penumpang akan berdampak positif kepada kinerjanya saat berkendara membelah jalanan Ibu Kota.

Yunansyah juga merasa puas ketika bisa membuat penumpang senang dengan pelayanannya.

"Karena ada kepuasan yang enggak bisa dibeli oleh orang lain ketika penumpang senang," bebernya.

Kerja di PH Banting Setir Jadi Ojek Daring

Pada awalnya, bekerja sebagai ojek dalam jaringan sebenarnya bukan keinginan Yunansyah.

Ia dulu bekerja di sebuah Production House (PH) sebagai pencari talent.

Namun, bertahun-tahun kerja di sebuah PH tak membuat karirnya kian menanjak sehingga ia memutuskan untuk berhenti.

Padahal, kebutuhan hidupnya juga harus ia penuhi sendiri.

"Ya kita harus bertahan hidup. Bukan berarti tinggal sama orangtua minta duit terus. Karena suatu saat nanti kita akan sendiri, kan," katanya.

Kini, ia pun bekerja di sebuah Event Organizer.

"Tapi hanya bekerja sebagai freelancer saja," lanjutnya.

Seiring berjalannya waktu pada tahun 2015, ia diajak oleh rekannya menjadi ojek dalam jaringan.

Tawaran itu ia terima sebagai tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Suka Duka Jadi Ojek Daring

Driver Ojek online yang melengkapi dengan helm interkom, Yunansyah di kediamannya pada Selasa (13/8/2019).
Driver Ojek online yang melengkapi dengan helm interkom, Yunansyah di kediamannya pada Selasa (13/8/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Yunansyah memiliki pengalaman yang membekas saat bertemu dengan berbagai penumpang.

Bahkan, ia pernah dua kali nyaris dijambret oleh orang di jalan saat berkendara malam hari.

Peristiwa kecelakaan juga tak jarang dilihat oleh Yunansyah.

"Dari yang bela-belain antar kado valentine ke pacar orang sampai digangguin cowok pernah saya alami," ujarnya seraya tertawa.

Saat pertama kali jadi ojek daring, kenang Yunansyah, ia juga belajar otodidak saat melayani penumpang untuk berkendara.

Mulai Pakai Interkom Tahun 2017

Sebelum menjadi ojek daring di Tahun 2015, Yunansyah hobi melakukan touring jarak jauh bersama teman-temannya.

Penggunaan teknologi itu sudah tak asing bagi Yunansyah.

Ia pun sudah lama menggunakan teknologi interkom di helmnya.

Begitu masuk dunia ojek daring, Yunansyah kemudian memasang kembali interkom di helmnya itu.

"Awalnya ketika jadi ojek online, masang interkom untuk diri saya sendiri di tahun 2017," ungkapnya.

Yunansyah beralasan penggunaan helm Interkom sebagai hiburan di kala ia tengah membunuh waktu.

Melalui interkom, ia bisa mendengarkan radio maupun lagu agar tak mengantuk saat berkendara.

"Dan biar enggak boring juga," katanya.

Seiring waktu, tepatnya bulan Februari 2019, ia kemudian memasang teknologi interkom di helm penumpang.

Rogoh Kocek Belasan Juta Rupiah

Driver Ojek online yang melengkapi dengan helm interkom, Yunansyah di kediamannya pada Selasa (13/8/2019).
Driver Ojek online yang melengkapi dengan helm interkom, Yunansyah di kediamannya pada Selasa (13/8/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Demi mendapatkan pelayanan yang baik di mata pelanggan, Yunansyah sampai merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk pasang teknologi interkom.

Untuk helm interkom miliknya ia habiskan uang Rp 4,5 juta sedangkan untuk di helm penumpang seharga Rp 2,4 juta

"Dilengkapi remote untuk mengatur volume dan radio dan breket interkom di dasbor motor seharga sekira 3 juta. Ya total semuanya ada hampir Rp 15 jutaan," bebernya.

Pelayanannya pun diapresiasi oleh para penumpang.

Mereka berkomentar positif dengan teknologi interkom pada helmnya itu.

Terbukti, komentar positif hingga bintang lima menghujani akunnya itu.

Ia pun hingga diapresiasi oleh perusahaan aplikasi Gojek, tempatnya bekerja sebagai driver jempolan lantaran memberikan pelayanan yang nyaman.

"Harapan saya semoga penumpang semakin nyaman saat saya bawa," tandasnya. (TribunJabar/Yongky Yulius/TribunJakarta/Satrio Sarwo)

Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved