Sosok Cornelis Chastelein di Balik Lahirnya 12 Marga dan 'Suku Depok'

Di kediamannya, Dolf Jonathans (87) membeberkan sosok Cornelis Chastelein tatkala bercerita tentang sejarah Depok, kota di ujung selatan Jakarta itu.

Sosok Cornelis Chastelein di Balik Lahirnya 12 Marga dan 'Suku Depok'
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Dolf Jonathans (87) di kediamannya Jalan Melati Nomor 3 pada Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Di kediamannya, Dolf Jonathans (87) membeberkan sosok Cornelis Chastelein tatkala bercerita tentang sejarah Depok, kota di ujung selatan Jakarta itu.

Meski telah menua, terlihat dari rambutnya yang memutih, namun ingatan pria dengan nama lengkap Jozua Dolf Jonathans itu masih kuat.

Ia menceritakan jelas setiap alur mengenai keturunannya yang dipekerjakan oleh sang empunya Depok kala itu, Tuan Cornelis Chastelein.

Dolf merupakan generasi ketiga dari salah satu 12 marga budak belian yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Depok

Dua belas marga itu, Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Loen, Samuel, Soedira, Tholense, dan Zadokh merupakan pewaris dari tanah yang dimiliki oleh tuan tanah Cornelis Chastelein.

Dalam buku berjudul Sejarah Depok 1950-1990, karya Tri Wahyuning M. Irsyam, Chastelein yang merupakan pegawai VOC itu membeli tanah di Depok pada 18 Mei 1696.

Namun, ia baru memberikan perhatian kepada tanah yang dibelinya beberapa tahun kemudian pada tahun 1707.

Saat pindah ke Depok dari Batavia, Chastelein mengikutsertakan budaknya sekira 200 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Para budak itu, sebagian besar dari Bali, Sulawesi dan Timor. Mereka adalah para pekerja yang dipekerjakan di tanah milik Chastelein di Noordwijk dan Tugu.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved