Bapo Wabiser, Jual Aksesoris yang Didatangkan Langsung dari Papua di TMII

Kerajinan tersebut ditatanya dengan rapih mulai dari kalung, seni pahat, baju adat hingga koteka.

Bapo Wabiser, Jual Aksesoris yang Didatangkan Langsung dari Papua di TMII
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Bapo Wabiser, pria keturunan Papua dan Betawi yang berjualan aksesoris khas Papua di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) depan pameran Arsip Nusantara, Senin (26/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Bapo Wabiser, pria keturunan Papua dan Betawi ini berjualan aksesoris khas Papua di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) depan pameran Arsip Nusantara.

Sejak pameran Arsip Nusantara dibuka mulai pukul 09.00 WIB, Bapo sudah menggelar berbagai jenis kerajinan khas Papua.

Kerajinan tersebut ditatanya dengan rapih mulai dari kalung, seni pahat, baju adat hingga koteka.

"Kita dari museum Asmat yang ada di TMII. Saya diundang langsung sama acara ini. Jadi di sini kita tampilkan kerajinan asli Papua. Mulai dari Noken atau tas khas Papua sampai koteka juga ada," katanya di TMII, Senin (26/8/2019).

Ia mengatakan kerajinan hingga baju adat ini dikirim langsung dari Papua. Sanak keluarganya yang ada di kampung mengirimkannya langsung ke Jakarta.

Bahkan di tempat tersebut, pengunjung yang datang juga bisa berfoto dengan memakai baju adat khas Papua dengan bayaran seikhlasnya.

Pengedar Ini Gunakan Untung Penjualan Sabu Untuk Hidupi Anaknya

Sebagai Arsitek, Ridwan Kamil Menilai Luas Ibukota Baru 200 Ribu Hektare Adalah Pemborosan

Pameran Arsip Nusantara Tampilkan 7 Unsur Kebudayaan Universal di TMII

"Kalau bayaran itu untuk biaya perawatan. Jadi ketika ada bagian yang rusak harus dikirimkan langsung dari kota asalnya di Papua sana. Sedangkan untuk yang lain istilahnya bukan di jual, tapi biaya perawatan selama ini. Jadi kalau ada yang tertarik mau bayar juga enggak apa-apa," lanjutnya.

Setiap aksesoris dijual mulai puluhan hingga belasan juta rupiah. Seni pahat merupakan yang termahal karena menurut Bapo dalam patung tersebut sudah diberikan sentuh magic oleh kepala suku dan berusia puluhan tahun.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved