Pengedar Ini Gunakan Untung Penjualan Sabu Untuk Hidupi Anaknya

Kasat Narkoba Polres Tangsel, Iptu Edy Suprayitno, mengatakan, uang hasil penjualan sabu itu untuk menghidupi seorang anaknya.

Pengedar Ini Gunakan Untung Penjualan Sabu Untuk Hidupi Anaknya
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
CS (27) alias Poppy tersangka pengedar narkotika jenis sabu saat gelar rilis di Mapolres Tangsel, Serpong, Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - CS (27) alias Poppy, tak kuasa menahan diri untuk menghadap awak media saat gelar rilis kasus dirinya sendiri yang kedapatan memiliki sabu seberat 4,5 kilogram, di Polres Tangsel, Serpong, Senin (26/8/2019).

Ia lebih memilih menghadap seorang Polwan yang memegangi dirinya.

Posisi berlawanan arah itu membuat Poppy terlihat sedang memeluk Polwan itu.

Poppy diciduk polisi dari hasil pengembangan kasus narkotika sebelumnya yang didalami Satuan Reserse Narkoba Polres Tangsel.

Sebenarnya, target polisi tak hanya Poppy melainkan juga suaminya yang berstatus residivis dan saat ini sedang dalam pengejaran.

Barang bukti 4,5 kilogram yang doamankan dari kediaman Poppy bukanlah sedikit.

Bahkan jika dirupiahkan, barang haram itu setara dengan uang senilai Rp 5 miliar.

Kasat Narkoba Polres Tangsel, Iptu Edy Suprayitno, mengatakan, uang hasil penjualan sabu itu untuk menghidupi seorang anaknya.

"Untuk menghidupi anaknya," ujar Edy.

Poppy diringkus di kediamannya di bilangan Jalan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis (22/8/2019).

Ditanya Ingin Jadi Gubernur DKI Jakarta, Rahmat Effendi: Jadi Wali Kota Saja Sudah Bersyukur

Walikota: Jajak Pendapat Bekasi Gabung DKI Jakarta Tidak Bisa Dilakukan Pemerintah

Sosok Husein Korban Tenggelam di Sungai Cisadane Hingga Perasaan Paman Saat Bopong Jenazah

Atas perbuatannya menguasai sabu hinhga berat 4,5 kilogram, Poppy terancam hukuman penjara lima tahun penjara.

"Terhadap tersangka kita kenakan pasal 114 UU Narkoba tentang org yang mengedarkan narkotika golognan pertama, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Jadi kita kategorikan sebagai pengedar, melihat jumlah barang bukti yang berhasil diamankan," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, saat memimpin rilis kasus tersebut.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved