Geger Temuan 4 Tengkorak Manusia di Bekas Kandang Bebek, 1 Keluarga Hilang Misterius dan Sikap Aneh

Penemuan empat tengkorak manusia menggegerkan warga Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Halaman depan rumah Misem yang berada Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Senin (26/8/19) 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANYUMAS - Penemuan empat tengkorak manusia menggegerkan warga Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Empat tempurung kepala itu ditemukan di belakang perkarangan rumah Misem, warga Grumbul Karanggandul, RT 7 RW 3, Pasinggangan.

TribunJakarta.com mengutip TribunJateng.com mengenai penemuan tengkorak tersebut.

Awalnya, warga bernama Rasman (63) sedang membersihkan kebun di belakang rumah Misem, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

Saat membersihkan kebun, pacul yang dipergunakan oleh Rasman tiba-tiba terpental membentur sesuatu benda keras.

Rasman kemudian berpindah tempat, mencangkul pada bagian tanah yang lain.

Ketika mencoba mencangkul lagi, dia dikejutkan penemuan tulang yang diduga tengkorak manusia.

Karena masih ragu dan belum yakin telah menemukan tengkorak manusia, Rasman baru bercerita kepada keluarganya pada Sabtu (24/8/2019) pukul 06.30 WIB.

Pukul 18.30, dia memutuskan melapor kepada kepala dusun setempat.

Kadus kemudian melaporkannya kepada Babhinkantibmas Desa Pasinggangan.

Tim unit identifikasi Polres Banyumas segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Warga Kaget

Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019).
Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019). (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

Warga setempat, Marhadi (34) warga RT 7 RW yang berumah tidak jauh dari TKP mengatakan kejadian penemuan tengkorak manusia itu membuat kaget warga sekitar.

"Kami tidak menyangka ada penemuan tengkorak manusia di sana.

Cuman setahu saya, Pak Rasman memang diminta membersihkan rumput di kebun belakang rumah itu," ujar Marhadi kepada Tribunjateng, Minggu (25/8/2019).

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan, tunggu ya," ujar AKBP Bambang Yudhantara.

Setelah penemuan menghebohkan tersebut terungkap, warga langsung memadati lokasi yang sudah diberi garis polisi.

Saat ini tim unit Reskrim Polres Banyumas tengah melakukan penyelidikan.

Bekas Kandang Bebek

Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019).
Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019). (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

Polisi masih melakukan penyelidikan dan olah TKP terkait penemuan 4 tengkorak manusia di belakang rumah Misem, warga RT 07 RW 03, Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Minggu (25/8/2019).

Masyarakat sekitar terlihat masih memadati TKP karena penasaran terhadap kejadian yang menghebohkan tersebut.

Warga sama sakali tidak menduga ada penemuan tengkorak manusia di belakang rumah Misem.

Menurut warga setempat, Misem sudah lama tinggal sendiri di rumah tersebut.

Belakang rumah Misem memang banyak ditumbuhi ilalang dan rumput liar.

Oleh karena itu, dia meminta Rasman yang masih tetangga rumah untuk membersihkannya.

Seperti cerita Marhadi (37) warga Grumbul Karanggandul, RT 07 RW 03, Desa Pasingggangan, Banyumas mengatakan jika kondisi rumah itu sepi.

"Sepi memang karena ditinggali oleh Misem saja, sendirian."

"Tetapi anaknya Minah tinggal di sebelah rumahnya persis atau bersebelahan," ujar Marhadi kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/8/2019).

Marhadi menceritakan, jika sebelum ditumbuhi rumput dan ilalang belakang rumah Misem, dahulu adalah bekas kandang bebek.

"Jadi tengkorak-tengkorak itu ditemukan di bekas kandang bebek."

"Dalamnya sekitar 80 sentimeter. Sedangkan luasnya sekitar 1.5 meter x 2 meter," katanya.

Temuan Ponsel Hingga Sandal

Terkait penemuan 4 tengkorak di belakang rumah Misem, Marhadi sempat menyaksikan tengkorak-tengkorak tersebut, pada Sabtu (24/8/2019).

Awalnya dia kira yang ditemukan hanyalah tempurung kepala.

Tetapi ternyata setelah dilihat secara seksama ada pula potongan kerangka tubuh yang lain.

"Terlihat ada kerangka tubuh bagian lain seperti tulang iga."

"Bahkan ditemukan pula barang-barang seperti kaos, ponsel jadul, hingga sandal," katanya.

Kondisi pekarangan belakang rumah milik Misem terlihat ditumbuhi pohon dan ilalang.

Hal itulah yang membuat warga sekitar tidak terlalu curiga.

"Kami tidak mencium bau apapun. Di belakang rumah ditumbuhi pohon dan ilalang," tambahnya.

Diduga Satu Keluarga

Polisi memeriksa lokasi penemuan tengkorak manusia di Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019).
Polisi memeriksa lokasi penemuan tengkorak manusia di Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019). (TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI)

Empat kerangka manusia yang ditemukan di kebun milik Misem, warga di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diduga merupakan satu keluarga.

Awalnya yang ditemukan adalah tengkorak kepala, kemudian tulang belulang lainnya.

Diduga satu keluarga itu adalah kakak beradik Ratno, Yono, Heri, dan Pipin, anak dari Ratno.

Mereka diketahui telah "menghilang" dari rumah orangtuanya, Misem sejak empat atau lima tahun lalu.

Marhadi (34), warga setempat mengatakan, selama ini warga mengetahui keempat orang tersebut merantau ke luar kota.

Namun hingga kini mereka tidak pernah kembali ke rumah.

"Keempat orang itu kata keluarganya merantau ke luar kota sejak sekitar lima tahun lalu. Warga tahunya mereka merantau," kata Marhadi di sekitar lokasi kejadian, Minggu (25/8/2019).

Menurut Marhadi, keluarga tersebut cenderung tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Sehingga warga tidak mengetahui secara pasti kehidupan mereka.

Hal senada disampaikan Arjadi (56), tetangga Misem.

Marjadi mengaku tidak pernah mengetahui keberadaan orang tersebut sejak beberapa tahun lalu.

"Warga tahunya pergi, tidak tahu ke mana. Mereka sudah tinggal di sini sekitar 20 tahun lalu."

"Tapi selama ini ke sini saja tidak pernah," ujar Arjadi yang rumahnya persis di depan rumah Misem.

Sementara itu, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, belum dapat memastikan identitas keempat kerangka tubuh tersebut.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.

"Belum bisa dipastikan itu tengkorak siapa."

"Kami sedang dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik."

"Sesuai keterangan saksi-saksi memang empat orang itu 'menghilang'," kata AKBP Bambang melalui pesan singkat.

Sosok Misterius

Santer tersiar di masyarakat bahwa keempat tengkorak yang ditemukan di belakang rumah Misem, warga RT 7 RW 3, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas adalah keluarganya sendiri.

Keempat orang tersebut tidak lain adalah anak dan cucunya sendiri yang sempat menghilang 5 tahun lalu.

Berdasarkan penuturan dari tetangga dan warga setempat, keempat orang tersebut adalah Ratno, Yono, Heri, dan Pipin (anak Ratno).

Keempat orang tersebut adalah anak dan cucu dari Misem.

Misem sebenarnya tidak sendiri, masih ada anak perempuannya yaitu Minah yang tinggal bersebelahan.

Minah sendiri adalah kakak dari Ratno, salah satu yang diduga menjadi korban penemuan tengkorak manusia.

Sedangkan Minah sendiri saat ini tinggal bersama dengan kedua anaknya, yaitu Sonia dan Irvan.

Warga sekitar menungkapkan pula kebiasaan Minah yang dianggapnya jarang bersosialisasi dan cenderung tertutup.

Warga setempat Marhadi (34) mengungkapkan kebiasaan dan keanehan keluarga tersebut.

"Dulu saya sempat bertanya ke bu Minah, kemana keluarga lainnya seperti pak Ratno.

Ketika ditanya seperti itu, jawabnya katanya 'Merantau' seperti itu.

Kami sebagai tetangga ya tidak curiga," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (26/8/2019).

Hilangnya satu keluarga tersebut akhirnya berlalu begitu saja.

Sampai-sampai masyarakat lupa akan keberadaan mereka.

"Bu Minah orang tertutup jarang sekali bergaul.

Kalau lebaran saja tidak pernah salaman dan silaturahmi," tambahnya.

Sementara itu Arjadi (56) yang juga bertetangga depan rumah mengungkapkan kebiasaan aneh dari Minah.

"Sehari-harinya dia tidak keluar rumah, kalau menjemur pakaian saja itu di dalam rumah.

Tidak pernah kumpulan RT dan lain sebagainya, pokoknya sangat tertutup," kata Arjadi.

Arjadi mengungkapkan jika meskipun bertetangga dekat tapi Minah tidak pernah bersosialisasi.

Tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Soal Call Center Sulit Dihubungi Saat Dibutuhkan

Luna Maya Ultah, Mantan Kekasih Reino Barack Kasih Ucapan Selamat & Minta Maaf

Prasetyo Edi Marsudi Dilantik Jadi Anggota Dewan Lagi, Intip 7 Potret Peran Besar Novie Muniarsari

Pemkot Anggarkan Rp 7,3 Miliar Buat KPU dan Bawaslu Persiapkan Pilkada Tangsel

Hadiri Pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta, Djarot Tak Tahu Ahok Datang

Padahal mereka sudah tinggal lama di lingkungan tersebut yaitu hampir 20 tahun.

Minah beserta kedua anaknya Sonia dan Irvan masih diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Sebab, rumah mereka bersebalahan persis dengan Misem.

Sementara ini, terkait kepastian identitas tengkorak masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.

"Belum bisa dipastikan itu tengkorak siapa."

"Kami sedang dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik."

"Sesuai keterangan saksi-saksi memang empat orang itu 'menghilang'," ujar Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun. (TribunJateng.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved