Kali di Tangsel Ini 19 Tahun Kumuh Berair Hitam, Warga Keluhkan Bau Menyengat

"Enggak diurusin emang kalinya, udah dari lama begitu," ujar Udin yang sedang duduk di bangku pangkalan ojek.

Kali di Tangsel Ini 19 Tahun Kumuh Berair Hitam, Warga Keluhkan Bau Menyengat
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Kondisi kumuh kali Sasak Tinggi, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Warga Pamulang yang sering melewati Jalan Pajajaran mengarah ke Pasar Ciputat, pasti tidak asing dengan Kali Sasak Tinggi, yang terlihat jelas di persimpangan antara Jalan Pajajaran, Jalan Bambu Apus dan Jalan Otista Raya, tidak jauh dari Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Kali itu begitu mencolok karena kondisinya yang seperti tidak terawat cenderung kumuh.

Kondisi kumuh kali Sasak Tinggi, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (26/8/2019).
Kondisi kumuh kali Sasak Tinggi, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (26/8/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Belum lagi, kali yang airnya berwarna hitam pekat itu mengeluarkan bau yang menyengat.

Pantauan TribunJakarta.com pada Senin (26/8/2019) kali itu lebih menyerupai got yang besar, sebab selain airnya hitam, arusnya sama sekali tidak deras.

Aneka sampah plastik terlihat di permukaan kali yang sedang dangkal itu. Beberapa eceng gondok juga terlihat tumbuh di kali itu.

Udin (49), salah seorang warga sekitar Jalan Pajajaran, mengatakan, Kali Sasak Tinggi memang tidak ada yang merawat.

"Enggak diurusin emang kalinya, udah dari lama begitu," ujar Udin yang sedang duduk di bangku pangkalan ojek.

Ia menyebut sudah sejak tahun 2.000 alias sudah 19 tahun kali itu dibiarkan tanpa dipelihara.

Anggota DPRD DKI Jakarta Terpilih dari PSI Akan Membuat Pin Emas Sendiri

Polisi Ringkus Pria yang Edarkan Ganja untuk Pelajar di Pasar Minggu

Undangan Nikah Disebar, Kekasih Lettu TNI Angga Pradipta Kenang Komunikasi Terakhir: Tak Bisa Tidur

Udin mengungkapkan, landainya arus kali itu, karena di ujungnya kali mengalami penyempitan hingga menjadi got.

"Itu kan di ujungnya abis itu, ilang kalinya dibangun perumahan," ujarnya.

Fahrul, pengendara sepeda motor yang sedang berada di dekat kali juga merasa terganggu dengan aroma tidak sedapnya.

"Ini bau banget kalinya, mana kotor hitam lagi, jelek banget yak," ujar Fahrul.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved