Lokasi Sosialisasi Gemarikan Butuh Banyak Pertimbangan
Penempatan lokasi untuk sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) butuh banyak pertimbangan.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Acara ini, dihadiri juga oleh Camat Makasar Kamal Alatas, perwakilan dari Lanud, para Lurah di Kecamatan Makasar, Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Yuli Absari, Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Supriyadi Shaleh, Satlak KPKP, Kasatlak Pendidikan, serta perwakilan dari 38 SD yang turut menyertakan para siswanya di acara Gemarikan.
"Hari ini di Kecamatan Makasar diikuti oleh 38 SD yang terbagi di 5 Kelurahan yang ada. Jadi masing-masing kelurahan mengirimkan 200 siswa, sehingga total hari ini menjadi 1.000 siswa yang hadir," ucap Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Supriyadi Shaleh di lokasi, Selasa (27/8/2019).
Guna mendukung gerakan ini, sebelum dimulainya acara, para siswa diberikan godybag yang berisikan buku, pulpen, kaus serta olahan ikan sepertu bakdo ikan, nugget ikan, siomay ikan, ebi katsu dan eni furai.
• Penyandang Disabilitas Mengaku Masih Sulit Mendapat Pekerjaan dan Pendidikan yang Layak
• Jual Motor Curian di Akun Facebook, Maling di Bekasi Ditangkap Korbannya
• M Adi Pradana Korban Jasad Terbakar di Sukabumi, Potret Bareng Pacar Jadi Isyarat, Singgung Kematian
• Persija Jalani 5 Laga Kandang Beruntun, Sandi Dute Minta The Jakmania Beri Dukungan Maksimal
Sejauh ini, sosialisasi Gemarikan sudah diikuti sebanyak 9.200 siswa dari target 13.000 siswa. Nantinya Gemarikan masih akan berlanjut di 3 Kecamatan lainnya yakni Duren Sawit, Ciracas dan Kramat Jati.
"Dengan sudah berlangsungnya di 7 Kecamatan saya berharap agar anak-anak sejak usia dini mau mengkonsumsi ikan. Sebab ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan omega 3 guna menjaga kesehatan tubuh serta kecerdasan otak. Sehingga mereka nantinya bisa menjadi SDM tangguh," sambungnya.
Pantauan TribunJakarta.com, para siswa terlihat sangat antusias. Hal ini terbukti ketika pembukaan yang diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan.
Ditengah lagu musik seketika mati namun para siswa SD ini masih tetap bernyanyi tanpa memperdulikan sound yang mati.
Keceriaan mereka juga nampak ketika sosialiasi dilanjutkan dengan dongeng boneka. Terdengar gelak tawa dari mereka ketika pengisi acara melakukan hal yang lucu disela dongeng boneka.